H. Jazuli Juwaini, Lc. MA

.
Tampilkan postingan dengan label Pemikiran; Berita Media; Daerah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pemikiran; Berita Media; Daerah. Tampilkan semua postingan

Kamis, 22 September 2011

JJ ; Banten Kejayaan Puncak Islam di Indonesia

TANGSEL - H. Jazuli Juwaini, MA calon gubernur Banten asal PKS mengatakan, masyarakat Banten adalah masyarakat yang sangat religius yang memegang teguh prinsip agama Islam. ”Puncak kejayaan Islam di Indonesia utamanya di Banten. Jadi, nilai Islam sudah sangat kuat dalam kehidupan masyarakat Banten,” kata Jazuli.

Jazuli mengatakan, dalam Islam diajarkan bahwa muslimin itu ibarat satu tubuh. Jika salah satu tubuh merasakan sakit, maka tubuh yang lain juga akan merasakan sakit. Jadi, antara muslim yang satu dan yang lain saling terhubung, berempati, dan tak terpisah-pisah.

Masyarakat Banten juga ibarat satu tubuh, cetus Anggota DPR RI ini, ketika salah satunya sakit, maka yang lain juga akan ikut sakit. Itulah filosofi yang harus dipegang teguh dalam pembangunan untuk memajukan masyarakat Banten.

“Saya sering katakan, Banten harus dilihat sebagai satu kesatuan yang utuh, jangan sepotong-sepotong. Pembangunan di Banten tidak akan pernah berhasil kalau Banten dilihat secara terpisah, karena pada dasarnya satu daerah dengan daerah yang lain saling terhubung dan saling mempengaruhi. Jadi konsep pembangunan juga harus melihat hubungan antar daerah satu sama lain,” jelas putra Banten ini.

Jika terjadi ketimpangan pembangunan di suatu daerah akan berefek pada daerah lain. Menurutnya, harus ada pemerataan ekonomi di semua kawasan di Banten. Jika daerah perkotaan maju, sementara pedesaan tertinggal maka perekonomian Banten secara umum akan tersendat. Padahal, baik kota maupun desa sama-sama memiliki potensi.

“Itu yang saya maksud bahwa Banten itu ibarat satu tubuh. Jika pembangunan di salah satu kabupaten atau kota di Banten mandeg atau tertinggal, efeknya akan berdampak pada semua kabupaten dan kota. Mungkin dalam jangka pendek, efek ini tidak terasa. Tapi untuk jangka menengah dan panjang, efek itu akan terasa,” tegas Jazuli.

Ia melihat, pemerataan ekonomi di Banten masih belum terjadi, ada ketimpangan antara satu kabupaten dan lainnya. Bahkan dalam satu sektor ketimpangan itu sangat tajam. Ini disebabkan karena konsep pembangunan yang diterapkan tidak utuh, tapi sepotong-sepotong.

Selain itu, tegasnya lagi, harus diketahui semua sektor pembangunan saling terkait dan saling mempengaruhi. Karena itu, tidak boleh ada ketimpangan prioritas antar berbagai sektor tersebut. Dalam konsep pembangunan, semua sektor itu juga ibarat satu tubuh. Jika salah satu sektor gagal atau sakit, maka sektor-sektor yang lain juga akan merasakan dampaknya.

Politisi PKS ini mencontohkan, jika tingkat gizi buruk di provinsi Banten ini sangat tinggi, maka itu akan berdampak pada rendahnya kualitas sumber daya manusia Banten. Jika kualitas sumber daya manusia Banten rendah, maka produktifitas juga akan rendah.

“Ini salah satu contoh bahwa antar sektor saling terkait. Karena itu, pembangunan harus mempertimbangkan aspek lintas sektoral. Apalagi, kita tahu bahwa saat ini tingkat gizi buruk di Banten sangat tinggi,” paparnya.

Selain itu tambahnya, nilai-nilai religius keislaman masyarakat banten harus tetap dijaga dan dipertahankan. Ibarat satu tubuh, semua rakyat Banten akan saling merasakan satu dengan lainnya. (JNA/TRY)

Media : bantenpost.com
Edisi : Rabu 07 September 2011
Rubrik : Politik



Selengkapnya...

Jazuli Juwaini ; Banten Harus Sejahtera

TANGSEL - Jazuli Juwaini mengatakan, target utamanya maju sebagai calon gubernur Banten adalah kesejahteraan rakyat Banten harus direalisasikan dengan segera.

“Kesejahteraan adalah kebutuhan mendasar rakyat Banten pada saat ini. Ini tidak boleh ditunda-tunda lagi. Rakyat Banten harus segera sejahtera. Ini target utama kami jika nanti menjadi gubernur dan wakil gubernur,” ungkap Jazuli.

Menurut Jazuli, ada 3 alasan mengapa rakyat Banten harus segera sejahtera. Yang pertama, menurut Jazuli, karena otonomi daerah sudah berjalan lebih dari sepuluh tahun. Rentang waktu selama itu harusnya telah memberikan efek nyata pada tingkat kesejahteraan rakyat Banten. Namun sayangnya, hingga kini hal itu belum terealisir. Tingkat kesejahteraan rakyat Banten sejak sebelum otonomi daerah hingga 10 tahun pasca otonomi, belum jauh berubah. Karena itu, kesejahteraan rakyat Banten harus segera direalisasikan.

Alasan kedua cetus Jazuli, tidak ada lasan Banten untuk tidak sejahtera. Provinsi Banten sangat kaya. Justru sangat mengherankan jika rakyatnya tidak sejahtera. Menurutnya, tidak semua provini di Indonesia seberuntung Banten.

“Kalau kita tidak bisa memanfaatkan ini untuk mencapai kesejahteraan, maka ini sangat aneh. Padahal, beberapa provinsi yang tidak sepotensial Banten, bisa memberikan kesejahteraan pada masyarakatnya. Karena itu, Banten harus segera sejahtera tidak bisa tunda-tunda lagi,” jelas Jazuli.

Alasan ketiga lanjut Jazuli, rakyat Banten sudah semakin kritis terhadap pemerintahannya. Rakyat Banten secara politik semakin cerdas. Mereka dapat menilai apa sebuah pemerintahan memiliki konsep yang jelas dan kepedulian atau hanya memikirkan kepentingannya sendiri.

Menurutnya, rakyat Banten sudah sangat lelah dengan berbagai janji kesejahteraan yang tak kunjung dipenuhi. Dan rakyat Banten bisa menilai apakah itu hanya janji kosong atau tidak. Dengan kondisi seperti itu, masyarakat Banten menginginkan janji kesejahteraan yang dapat terealisir dengan cepat.

“Saya kira, rakyat Banten sudah lelah menunggu. Mereka jenuh dengan janji yang tak kunjung terpenuhi. Mereka semakin cerdas dalam menilai kinerja pemerintah. Kesejahteraan rakyat Banten tidak bisa tunda-tunda lagi. Itu adalah prioritas utama,” cetusnya.

Jazuli calon yang diusung PKS ini, pada awalnya adalah calon yang kurang diperhitungkan, namun dalam dua bulan terakhir, kekuatan politiknya semakin nyata dan semakin solid. Beberapa pengamat menilai, naiknya grafik Jazuli secara pesat disebabkan oleh intensitas komunikasinya dengan rakyat secara langsung dibina secara utuh sehingga Jazuli bisa bersentuhan langsung dengan rakyat Banten. Ini cara komunikasi yang merakyat dan riil, bukan hanya pencitraan semata. Inilah salah satu kelebihan yang membuat kekuatan politik Jazuli terus menanjak. (TRYZIE)

Media : bantenpost.com
Edisi : Selasa, 06 September 2011
Rubrik : Politik


Selengkapnya...

Jazuli Juwaini Kesal Gambarnya Dicopotin

SERANG - Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kota Tangerang harus berpijak pada peraturan perundang-undangan dalam menertibkan alat kampanye pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Banten. Kalau memang tidak ada dasar hukum untuk melakukan penertiban, pemerintah diminta tidak membuat pekerjaan yang tidak perlu.

"Penertiban itu juga harus ada rujukan peraturan perundangannya. Kalau tidak ada peraturan perundangannya, kenapa juga harus melakukan hal-hal yang reseh begitu," kesal Jazuli Juwani, seperti yang dikutip rakyat merdeka, Senin (29/08) siang.


Calon gubernur yang berpasangan dengan Makmun Muzakki dan diusung PKS, PPP, PKNU dan PBR ini sebenarnya tidak keberatan berbagai atributnya seperti baliho, spanduk, papan reklame ditertibkan. Asal, ada landasan hukumnya dan diberlakukan kepada semua calon.

"Kalau mau ditertibkan, tertibkan semua. Jangan yang punya gubernur tidak ditertibkan. Atau yang di wilayah kota, yang punya walikota tidak ditertibkan. Giliran punya Jazuli yang bukan gubernur dan bukan walikota habis. Jadi kalau mau tertibkan, tertibkan semua. Supaya adil," tegas anggota Komisi VIII DPR ini.

Karena itu dia meminta Panitia Pengawas Pemilukada untuk bersikap tegas kepada Pemkot Tangerang dan Pemerintah Provinsi Banten yang bertindak diskriminatif.


"Saya kira Panwas harus lebih tegas menyikapi seperti ini. Karena kalau belum apa-apa sudah tidak adil cara memasarkannya, bagaimana nanti kita simpulkan hasil Pemilukada itu adalah hasil Pemilukada yang jujur, bersih dan objektif, kalau mulai dari pemasarannya saja tidak adil dan tidak fair," kesal Ketua DPP PKS ini.

Selain pasangan Jazuli-Makmun, dua pasangan lain yang akan ikut Pilgub Banten adalah pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno dan Wahidin Halim-Irna Narulita. Atut merupakan Gubernur Banten dan Rano Karno adalah Wakil Bupati Tangerang. Sedangkan Wahidin Halim adalah Walikota Tangerang. (RMOL/JAY)

Media : bantenpost.com
Edisi : Senin, 29 Agustus 2011
Rubrik : Politik

Selengkapnya...

Jazuli Berharap Dukungan Warga Tangsel

GLOBAL TANGSEL, TANGSEL -- Dihadapan kader dan sejumlah tokoh Pamulang Timur saat Buka Puasa Bersama di kediaman Aleg PKS Andi Rahmat,Ahad (14/8/2011) Jazuli Juwaeni berharap mendapat dukungan besar dari warga Tangsel dalam Pilgub nanti. Pasalnya ia merupakan calon cagub yang tinggal di Tangerang Selatan sehingga aspirasi warga tidak perlu jauh ke Serang nanti.

“Saya berharap dukungan dari ibu-ibu dan bapak-bapak yang hadir ini tuk memilih cagub yang memang tinggal di Tangsel agar tidak jauh-jauh datang ke Serang” ujar Jazuli berharap.


“Saya akan perjuangkan kota tangsel agar dapat berkembang lebih cepat dan menyelesaikan permasalahan-permasalahannya” imbuh Jazuli.

Dalam kesempatan itu dihadiri Ketua DPD PKS Tangsel, Unggul Wibawa dan Wakil Ketua DPRD Tangsel, Ruhamaben. Dalam sambutannya Ruhamaben berharap Pilgub kali ini berjalan lancar dan menghasilkan pemimpin yang dapat menyelesaikan banyak permasalahan-permasalahan di Banten khususnya di Tangsel. (Isn)

Media : globaltangsel.com
Edisi : Minggu, 14 Agustus 2011

Selengkapnya...

Rabu, 24 Agustus 2011

Jazuli Juwaini, Didaulat Jadi Penasihat Artis Pelawak Indonesia Provinsi Banten

TANGSEL – Anggota DPR-RI asal PKS, KH Jazuli Juwaini, MA yang akan maju dalam pemilihan gubernur Provinsi Banten mendatang didaulat para artis dan pendukung sinetron Islam KTP untuk menjadi Penasihat Artis Pelawak Indonesia Provinsi Banten yang diketuai oleh Yadi Sembako.

Jazuli Juwaini yang saat ini mencalonkan diri maju dalam pemilihan gubernur Provinsi Banten mengatakan bahwa dirinya sangat senang menerima kehadiran rekan-rekan artis Islam KTP.

“Sudah selayaknya jika para artis pelawak ini diapresiasi oleh masyarakat, karena biasanya guyonan yang berisi himbauan serta pesan moral dari para pelawak lebih mudah diterima oleh masyarakat karena lebih luwes dalam penyampaiannya,” ungkap Jazuli kepada wartawan disela-sela launching album “Kata Bapak Tebe” sambil berbuka puasa bersama anak yatim di Yayasan Al Ummah Kampung Sawah Ciputat Tangerang Selatan Provinsi Banten.

Sementara, menurut Taufik Lala atau yang lebih dikenal dengan panggilan Dul dalam sinetron tersebut, program launching album terbaru tersebut merupakan hasil renungan dari rendahnya moralitas masyarakat yang mudah terpancing oleh godaan dunia untuk melakukan hal-hal yang diluar perintah Illahi.

“Alhamdulillah, acara ini lancar karena hampir semua pemain dan pendukung sinetron Islam KTP hadir dalam acara santunan dan buka puasa di Yayasan Al Ummah pimpinan KH. Jazuli Juwaini di Kampung Sawah,” ungkap Dul.

Menteri Kominfo Tifatul Sembiring yang didaulat selaku pemberi tausiyah dalam acara tersebut sangat senang bila setiap warga negara Indonesia peduli pada aspek pembenahan komunikasi verbal, baik yang dilakukan secara personal apalagi yang dilakukan secara massal untuk mengajak setiap orang kepada kebaikan, karena semua itu akan bermuara pada kebaikan negara kelak.


“Upaya mengajak orang pada kebaikan hendaknya dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat, baik oleh pribadi maupun kelompok demi terciptanya masyarakat Indonesia yang mandiri dan berkepribadian,” katanya.

Diakhir acara, Tifatul Sembiring memberikan santunan bagi anak yatim piatu di Yayasan Al Ummah serta perwakilan se-kota Tangerang Selatan berupa bingkisan lebaran. Hadir pada acara tersebut Dery, Ginanjar dan Eman dari Empat Sekawan, Daus dan Bang Ali serta Dul dari Islam KTP dan puluhan artis lainnya yang terlihat khusyuk mengikuti jalannya acara. (ZIE/JNA)

Media : bantenpost.com
Edisi : 23 Agustus 2011
















Selengkapnya...

Kamis, 30 Juni 2011

Pendamping Jazuli Diputuskan 3 Juli

SERANG, BP - Bakal calon gubernur dari PKS, Jazuli Juwaeni, mengungkapkan, pihaknya akan memutuskan terkait nama Cawagub yang akan mendampinginya dalam Pilgub Banten 2011 pada 3 Juli mendatang. "Kami akan memutuskan siapa yang akan menjadi calqn wakil gubemur pada 3 Juli mendatang," kata Jazuli usai mengisi acara Isra-Mi'raj Nabi Muhammad SAW di Masjid Annur RS Sari Asih, Kota Serang (29/6).

Diketahui PKS, partai pengusung Jazuli, tengah menjalin koalisi dengan PPP Banten untuk bisa mengusung pasangan calon. Itu mengingat PKS di DPRD Banten hanya memiliki 11 kursi, atau kurang dua kursi lagi untuk bisa mencapai syarat minimal pengusungan. Namun begitu., PPP sendiri belum memberikan kepastian, bahkan hingga forum tertinggi untuk memutuskan hal itu, Mukerwil (musyawarah kerja wilayah), digelar beberapa waktu lalu. Disinggung soal sikap PPP tersebut, Jazuli mengaku, pihaknya juga tengah melakukan komunikasi politik dengan sejumlah parpol lain sebagai langkah antisipasi jika akhirnya PPP memutuskan tidak jadi bergabung. "KUA kan hanya bisa berkeinginan, sedangkan peta politik bisa saja berubah," ujar Jazuli.

Meski begitu, Jazuli mengaku, pihaknya juga tenis mengintensifkan komunikasi dengan PPP.(LIK)



Selengkapnya...

Rabu, 15 Juni 2011

Kepala Keamanan Ahmadiyah Minta Dibebaskan, Dua Anggota DPR Kunjungi Terdakwa Cikeusik di Rutan


SERANG, Kepala Keamanan Jemaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) Deden Sujana meminta agar dibebaskan dari seluruh dakwaan Jaksa Penuntut Umum dalam kasus bentrok Cikeusik. Dakwaan jaksa dinilai kabur, tidak cermat dan tidak lengkap.
Permintaan itu disampaikan dalam eksepsi Deden Sujana yang dibacakan oleh Nurkholis Hidayat, kuasa hukumnya dari LBH Jakarta dalam sidang lanjuan di Pengadilan Negeri (PN) Serang, Selasa (14/6).

Menurut Nurkholis, dakwaan yang kabur adalah pasal 160 KUHP. "Dalam dakwaan pasal tersebut, jaksa tidak dapat menguraikan fakta secara lengkap yang mendukung adanya hal yang mendorong terdakwa melakukan pidana penghasutan," kata dia kepada wartawan usai persidangan.

Kerancuan juga dinilai terjadi pada subsider pasal 212 KUHP tentang melawan petugas. Nurkholis menyebut deden tidak menggunakan ancaman ketika melakukan negosiasi dengan anggota Polsek Cikeusik Hasan sebelum bentrok terjadi.

Jaksa tidak menjelaskan saat Hasan bertugas dia sebagai pegawai yang disertai surat tugas kepada terdakwa. Jadi ketika Deden mengucapkan kata "jangan mengatur
saya karena rumah ini aset Ahmadiyah sehingga saya akan pertahankan sampai titik darah penghabisan", tidak mendukung atau melukiskan adanya unsur pidana melawan pemerintah dengan kekerasan." ujarnya.

Selain itu, dakwaan pasal 351 ayat 1 tentang penganiayaan juga dianggap kabur karena tidak menjelaskan secara rinci antara pukulan yang dilayangkan Deden dengan sakit yang diderita Idris. "Dengan tidak jelasnya uraian fakta kejadian di dalam surat tersebut maka surat dakwaan harus dinyatakan batal demi hukum," tukas Nurkholis.

JPU Riana mengaku tidak akan menanggapi eksepsi yang diajukan terdakwa Deden Sujana. Dakwaan yang telah dibacakan pada persidangan perdana dianggap sudah cukup dan memenuhi ketentuan. sehingga tidak perlu dicermati kembali, "'Kami tinggal menunggu keputusan sela minggu depan. Kami meniiai sudah tidak ada yang perlu ditangggapi," ujarya.

Di ruang lain, 11 terdakwa kasus yang sama juga menjalani persidangan dengan agenda mendengarkan keterangan saksi yang meringankan.

Rasna, dalam kesaksian di sidang terdakwa Ujang Munir dan Yusuf Abidin menerangkan, sebelum benrrok antara warga dan jemaah Ahmadiyah dia melihat puiunan jemaah Ahmadiyah baris berbaris iambil mernbawa senjata tajam berupa golok. tombak, dan ketapel. Warga Cikeusik itu juga sempat melihat beberapa jemaah Ahmadiyah memainkan golok.

Selain itu. kata Rasna, sebelum bentrok terjadi, Ahmadiyah sempat membuat pagar mengelilingi rumah Suparman untuk menghalau warga jika terjadi kerusuhan. "Saya tidak tahu sebelum kerusuhan Suparman ada di mana. Saya tahu informasi warga mau mendatangi rumah Suparman dari ibu Suparman yang kebetulan waktu itu sedang membereskan beberapa barang Sabtu (5/7) sore," jelasnya.


Anggota DPR Berkunjung

Dua orang anggota DPR Rl asal Fraksi PKS, Nasir Jamil dan Jazuli Juwaini kemarin mengunjungi 12 warga yang menjadi terdakwa dalam kasus bentrok Cikeusik, di Rutan
Serang, Selasa (14/6)

Ksduanya melakukan dialog dengan para terdakwa di aula Rutan Serang; didampingi Kepala Rutan Serang Aris Munandar. Mereka menanyakan tentang kondisi kesehatan para terdakwa selama proses persidangan berjalan.


"Sebagai wakil rakyat kami ingin mengetahui dan mendengarkan laporan secara langsung mengenai proses persidangan yang sedang dijalani oleh para terdakwa. Kami tidak bermaksud mengintervensi proses hukum, biarkan saja proses hukum berjalan sesuai ketentuan kata anggota Komisi III DPR RI Nasir Jamii, usai kunjungan.

Nasir mengatakan. pihaknya juga sudah mendengarkan langsung
pemaparan dari pihak Polda Banten mengenai situasi dan kondisi pengamanan dalam proses persidangan.

"Kami berharap proses hukum yang sedang dijalaniun segera tuntas dan pengadilan memberikan putusan yang seadil-adilnya bagi para terdakwa," ujar Jazuli Juwaini.

Endang, salah seorang terdakwa kasus bentrokan Cikeusik mengaku mendapat perlakuan dan pelayanan yang cukup baik dan pihak Rutan Serang. "Kami semua menerima kenyataan ini, tapi kami sangat mengharapkan proses hukum segera selesai dan bisa secepatnya keluar dari tahanan agar bisa berkumpul kembali dengan keiuarga," sebutnya(bagas/ eman/ikhsan tamara)


Media : Koran Satelit News - Banten Ekspres
Edisi : Rabu, 15 Juni 2011
Rubrik: Headline




































cute wallpapers, utorrent























wow wallpapers, utorrent























naruto shippuden wallpaper, utorrent























messi wallpapers, utorrent























free wallpapers, utorrent























girls wallpaper, utorrent























emule, utorrent























3d wallpaper, utorrent























iron man wallpaper, utorrent























emule, utorrent























heart wallpapers, utorrent























books online, utorrent























santa banta wallpapers, utorrent























fall wallpaper, utorrent























wallpapers, utorrent























naruto shippuden wallpaper, utorrent























krishna wallpaper, utorrent























wide wallpapers, utorrent























web developer, utorrent























isohunt, utorrent























cool wallpapers, utorrent























isohunt, utorrent























selena gomez wallpapers, utorrent























frostwire, utorrent























isohunt, utorrent























nature wallpapers, utorrent























online books, utorrent























heart wallpapers, utorrent























isohunt, utorrent























free wallpapers, utorrent























teddy bear wallpapers, utorrent























free wallpaper, utorrent























isohunt, utorrent























isohunt, utorrent























game wallpapers, utorrent























michael jackson wallpaper, utorrent























iron man wallpaper, utorrent























website developers, utorrent























isohunt, utorrent Selengkapnya...

Senin, 06 Juni 2011

PKS Akan Koalisi dengan Tiga Parpol



SERANG - Jazuli Juwaini, bakal calon gubernur Banten dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), mengungkapkan bahwa PKS kemungkinan akan berkoalisi dengan tiga partai untuk mengusung dirinya pada Pilgub Banten, 22 Okotober mendatang. Selain dengan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), lanjut dia, juga dengan partai-partai lainnya. Saat ini sudah ada dua partai yang 99 persen sudah siap berkoalisi.

"Kalau partainva disebutkan sekarang tidak elok. Yang penting bagaimana kita membangun komitmen bersama. Nanti juga akan diketahui saat deklarasi," kata Jazuli usai menjadi nara-sumber pada dialog kerakyatan yang dihelat Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Banten di gedung PKPRI Serang, Jumat (3/6) sore. Dengan PPP, lanjut dia, sebagaimana diketahui dirinya sudah mengikuti pemaparan visi dan misi pada Sabtu (28/5) lalu. Saat ini tinggal menunggu keputusan DPW PPP Banten untuk menentukan bakal calon yang akan diusung
kan siapa yang harus diusung. Itu menjadi kewenangah PPP dan harus menghormatinya," ungkap lazuli. Menurut anggota DPR RI ini, jika rencana koalisi ini jadi maka ada empat parpol yang mengusung dirinya sebagai kandidat.
"Saya sendiri sudah turun ke lapangan. Partai (PKS-red) juga sudah bergerak, ladi saat ini baru tahap sosialisasi," ungkapnya. Pada Juni ini, kata dia, akan ada survei untuk mengukur popularitas dan elektabilitas dirinya,
Seperti diketahui, PKS memiliki 11 kursi di DPRD Banten. Untuk mengusung calon, PKS masih butuh tambahan kursi dan perlu berkoalisi. Sementara PPP memiliki lima kursi di DPRD Banten. Jika kedua partai ini berkoalisi maka dapat mengusung pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur.

Ketua DPW PPP Banten M Mardiono pada pemaparan visi dan misi bakal calon yang mendaftar ke partainya, Sabtu (28/5) lalu, menegaskan bahwa keputusan. Hal itu akan diputuskan pada pertengahan Juni ini melalui musyawarah kerja wilayah (mukerwil) dan hasilnya akan direkomendasikan ke dewan pimpinan pusat (DPP). "Bisa tujuh nama yang telah daftar ke partai kami atau bisa saja berubah tergantung keputusan mukerwil nanti," kilah Mardiono di kantor DPW PPP Banten, Ciracas.



PELAYANAN PUBLIK

Selain Jazuli, narasumber lainnya pada dialog kerakyatan dalam rangkaian acara pelantikan dan rapat kerja daerah KAMMI Banten 2011-2013 yaitu Dahnil Anzar (pengamat ekonomi dari Untirta), Asda I Pemprov Banten Anwar Mas'ud, dan Nadjmudin Busro (tokoh masyarakat). Pada dialog bertema "Spirit Reformasi Banten, Spirit Kebangkitan Bangsa" itu narasumber menyoroti tentang perjalanan pembangunan Banten sejak menjadi provinsi atau terpisah dari Jawa Barat pada 2000.

Dahnil mengungkapkan, Banten berdiri menjadi provinsi ada kebanggaan bagi masyarakat dan ada harapan atau ekspektasi karena wilayah Banten Selatan. "Banten jadi provinsi ada harapan pelayanan pemerintahan lebih baik dan perekonomian juga meningkat. Namun faktanya, pertumbuhan ekonomi Banten selama 10 tahun tidak lebih baik dari ketika masih bergabung dengan Jawa Barat," ungkapnya. Ia menyebutkan, pertumbuhan ekonomi Banten selama 10 tahun pada kisaran 5 persen atau masih bawah 6 persen per tahun. Pernah mencapai 6,1 persen pada 2010.

"Di sini ada permasalahan. Masalahnya pemerintah belum mampu memberikan stimulus pertumbuhan ekonomi, misalnya dengan menyediakan infrastruktur jalan yang baik. Faktor kualitas jalan buruk sehingga akses perekonomian masyarakat jadi terhambat,"ungkapnya.

Pada kesempatan itu, Asda I Pemprov Banten Anwar Mas'ud mengungkapkan bahwa kemajuan pembangunan suatau daerah tidak hanya ditentukan oleh pemerintah daerah tidak hanya ditentukan oleh pemerintah daerah, tapi ada peran masyarakat dan sektor swasta. Peran swasta ini, menurutnya cukup besar. Ia mengakui bahwa tugas pemerintah yaitu menyediakan infrastruktur dan memberikan stimulus bagi kegiatan masyarakat. "Keberhasilan Provinsi Banten juga akumulasi keberhasilan Pemkab/Pemkot di Banten," ungkapnya.

Pada kesempatan yang sama, Nadjmudin Busro mengungkapkan bahwa secara kasat mata pembangunan Banten terlihat, seperti ada Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), masjid di KP3B, dan gedung DPRD Banten. Di kawasan itu terparkir mobil-mobil mewah, termasuk di kantor gubernur.

"Tapi tidak bagi rakyat. Rakyat belum merasakan apa-apa. Rakyat ingin mobil, sudah diwakili oleh wakil rakyat. Malah DPR ingin membangun gedung mewah. Jadi keinginan rakyat, sudah diwakili oleh wakil rakyat," ungkap Nadjmudin. (yes/ndu)

Media : Koran Radar Banten
Edisi : Sabtu, 4 Juni 2011
Hal : 13-14

Selengkapnya...

Banyak Masalah Dibebankan ke Pemprov



SERANG-Asda I Pemprov Banten Anwar Mas' ud menyatakan di era otonomi daerah seringkali berbagai permasalahan yang ada di kabupaten/kota dibebankan seluruhnya kepada Pemprov Banten. Misalnya, soal kerusakan infrastruktur jalan, kerusakan gedung sekolah dan sebagainya. Padahal, Pemprov Banten juga memiliki keterbatasan kewenangan.

"Kami sadari ini karena dampak dari penerapan otonomi daerah. Namun juga perlu, kewenangan Pemprov juga terbatas. Misalnya perbaikan jalan, Pemprov hanya memiliki kewenangan untuk jalan status provinsi. Kemudian perbaikan gedung sekolah merupakan kewenangan kabupaten/kota. Pemprov bisa membantu tetapi tidak secara langsung," kata Anwar Mas'ud dalam dialog kerakyatan di gedung PKPRI, Kota Serang, Jumat (3/5).

Seorang tokoh masyarakat Banten Kadjmudin Busro berharap peran wakil rakyat harus didorong supaya mampu menjalankan fungsinya dalam menyejahterakan masyarakat.
"Ironisnya kan sampai saat ini, para wakil rakyat justru lebih lebih sejahtera dari yang diwakilinya yakni rakyat," ujarnya.

Sementara, anggota DPR Jazuli Juwaini menyatakan perlunya perbaikan pelayanan publik. Jazuli menyontohkan soal pelayanan kartu jaminan kesehatan daerah (jamkesda).


"Idealnya birokrat adalah pelayan masyarakat sehingga harus memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, pungkas Jazuli. (ang)










































Selengkapnya...

Sabtu, 28 Mei 2011

Jazuli : Alokasi anggaran untuk fakir miskin minim

JAKARTA — Alokasi anggaran untuk penanganan fakir miskin saat ini terlalu kecil dan itu juga terse-. liar dalam berbagai bentuk Bantuan sosial di berbagai departemen serta lemba-ga sehingga tidak tepat sasaran. Karena itu kata
Anggota Komisi VIII DPR RI dan Fraksi PKS, Jazuli Juwaini, dia mendesak pemerintah mengalokasikan 15 persen untuk penanganan fakir miskin melalui APBN mendatang.

Menurut anggota DPR :RI dari Daerah Pemilihan (Dapil) Banten ini, anggaran untuk fakir miskin pada APBN 2011 Rp69 triliun. Padahal total APBN Rp 1.229,58 triliun. Jumlah anggaran fakir miskin berarti sekitar 5,6 persen dari APBN, Jumlah itu jelas tidak signifikan bila dilihat banyaknya permasalahan fakir miskin yang membutuhkan penanganan terencana dan tepat sasaran. Jangan sampai kemiskinan terus dipelihara di negeri ini dan senantiasa dijadikan komoditas politik. Penanganan fakir miskin butuh solusi strategis dan terencana," ujar dia.

Jazuli menyoroti peran Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Ke-;._-miskinan (TNP2K) yang dipimpin Wakil Presiden, Boediono. Tim ini ternyata tidak efektif untuk menangani masalah kemiskinan. Salah satu kendala yang dilihat Jazuli adalah sifat TNP2K yang hanya koordinatif sehingga terkesan lamban dalam menyikapi permasalahan kemiskinan yang konkret dalam RUU Penanganan Fakir Miskin memang tidak membentuk lembaga baru. Kita serahkan saja kepada kementerian teknis yang sudah ada yang sesuai dengan tupoksinya," katanya.

Jazuli yang juga Ketua DPP PKS Bidang Pengembangan Ekonomi dan Kewirausahaan ini menekankan, penanganan fakir miskin harus menyeluruh serta membutuhkan partisipasi semua pihak, termasuk swasta. Namun perlu diingatkan, keterlibatan swasta harus mengacu pada kepentingan rakyat. Tidak boleh ada main mata antara pihak swasta dengan pejabat pusat maupun pejabat daerah terutama dalam hal pemberian dana "Corporate Social Responsibility" (CSR).


"Sudah saatnya pemerintah membuktikan bahwa fakir miskin dapat disejahterakan melalui kebijakan yang komprehensif. Kuncinya adalah data fakir miskin yang valid dan didukung dengan anggaran yang jelas di dalam APBN dan APBD serta partisipasi swasta," ungkap Jazuli.

Dengan undang-undang dan anggaran yang jelas, kata Jazuli, kebijakan penanganan fakir miskin ini tidak menjadi komoditas politik seperti yang sering terjadi. Komitmen ini harus berlaku menyeluruh dari tingkat pusat hingga daerah. "Kasihan saudara-saudara kita yang miskin. Mereka membutuhkan uluran tangan kita melalui kebijakan yang benar-benar jujur, jelas, dan berpihak pada mereka," ujarnya. (akhir).

Media : Koran Harian Terbit
Edisi : Rabu, 25 Mei 2011
Rubrik : Nasional, Hal : 2




Selengkapnya...

Pendidikan agama sebatas formalitas

JAKARTA — Pendidikan dan pelajaran agama yang dijalankan saat ini hanya bersifat formalitas, materi dan tidak mendorong pembentukan moral dan karakter siswa didik. Akibatnya banyak di antara siswa berperilaku jauh dari nilai-nilai agama.
Demikian dikemukakan fungsionaris DPP Kiblat, Efwan Saputra pada Harian Terbit, kemarin.

Efwan mengatakan seyogianya, pendidikan agama di Indonesia yang diberikan kepada anak didik, mampu mengarahkan anak-anak didik menjadi anak didik yang hidupnya didasari pada nilai-nilai agama, sekaligus menjadi insan yang mengamalkan agama.
Namun dalam kenya-taannya di sekolah umum, 12 tahun mereka belajar banyak di antara mereka yang tidak mengerti baca tulis Al-Quran.

Menurut Efwan, pendidikan agama di sekolah jauh cenderung formaltas. Hanya sekedar untuk memenuhi kurikulum, tapi tujuan dan arahnya tidak jelas. Akibatnya anak-anak didik kita semakin menjauh dari nilai-nilai agama.

Efwan tidak mau menghubungkan secara pasti, apakah tindak korupsi yang banyak menjangkiti pejabat dan kalangan politisi kita dewasa ini lantaran pendidikan agama yang diberikan pada anak didik tidak menemui sasaran, tapi yang pasti pendidikan agama belum mampu melahirkan manusia Indonesia yang memiliki sifat ihsan, yakni merasa dirinya selalu dalam pengawasan Allah.


Kalau orang sudah ihsan, apa pun yang dilakukan akan berhitung. Dia akan merasa bahwa kehidupannya diawasi oleh Allah, baik sedang sendiri maupun sedang dalam
keadaan ramai. "Orang yang ihsan tidak akan korupsi, dan tidak akan mau memakan uang hak orang lain," tegasnya.

Sebelumnya Anggota Komisi VIII DPR RI Jazui Juwaini menilai, fenomena meningkatnya tindakan radikalisme dikarenakan dangkalnya pemahaman terhadap agama sehingga salah satu solusinya adalah merevitaisasi pendidikan agama dan akhlak di sekolah.
"Kita menuntut pemerintah untuk merevitalisasi peran pendidikan secara umum dan khususnya pendidikan agama agar mampu mencetak siswa yang berkontribusi positif di masyarakat, mencegah sikap intoleran dan merusak seperti radikalisme, teroris dan makar," ujarnya.

Dikemukakannya, bahwa tudingan terhadap pelajaran agama dan aktivitas keagamaan di sekolah sebagai penyebab perilaku radikal dan intoleran terhadap penganut agama lain sangatlah tidak fair. (taryono)


Media : Koran Harian Terbit
Edisi : Senin, 23 Mei 2011
Rubrik : Syiar, Hal : 12



Selengkapnya...

DPR: Revitalisasi pendidikan akhlak

JAKARTA — Anggota Komisi VIII DPR-RI yang membidangi agama, Jazuli Juwaini menilai, meningkatnya tindakan radikal di tanah air belakangan ini karena dangkalnya pemahaman agama generasi muda Indonesia.

Karena itu, kata anggota DPR-RI dari daerah pemilihan (dapil) Banten ini, pemerintah khususnya Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdik-nas) harus melakukan revitalisasi terhadap pendidikan agama dan akhlak di sekolah.

"Kami menuntut pemerintah segera merevitalisasi peran pendidikan secara umum dan khususnya pendidikan agama agar mampu mencetak siswa yang berkontribusi positif di masyarakat, mencegah sikap intoleran dan merusak seperti radikalisme, teroris dan makar," kata Jazuli,Jumat(20/5).

Calon Gubernur Banten ini mengatakan, sangat tidak adil bila dikatakan pelajaran agama di sekolah sebagai penyebab perilaku radikal dan toleransi terhadap penganut agama lain. Fenomena meningkatnya tindakan radikalisme dan teroris justru akibat dari dangkalnya pemahaman tentang agama.


Karena itu, kata dia, upaya yang harus dilakukan guna menanggkal tindakan itu adalah dengan jalan merevitalisasi pendidikan agama dan akhlak di sekolah, keluarga, maupun masyarakat sehingga generasi muda benar-benar mengerti dan paham tentang agama.
"Saya melihat pendidikan agama yang dilakukan di sekolah belakangan ini hanya formalitas. Materi agama yang diajarkan tidak mendorong pembentukan moral dan karakter siswa didik," jelasnya. (akhir)


Media : Koran Harian Terbit
Edisi : Sabtu, 21 Mei 2011
Rubrik : Pendidikan, Hal : 11






Selengkapnya...

Kamis, 05 Mei 2011

PKS Klaim Penuhi Syarat

Serang – Langkah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) untuk mengusung Jazuli Juwaini untuk menjadi calon gubernur Banten mendekati kenyataan. Pasalnya, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Provinsi Banten mengklaim telah memenuhi persyaratan kursi untuk mengusung anggota DPR RI itu pada Pilgub Banten tahun ini.

“Dengan segala kerendahan hati. Perlahan tapi pasti kami akan mengusung calon gubernur. Sekarang kami akan kembali ambil bagian menghadirkan calon alternative, seperti pada Pilgub 2006,” kata Ketua DPW PKS Provinsi Banten Irfan Maulidi saat konferensi pers dalam rangkaian kegiatan Milad PKS ke-13 di gedung DPW PKS Banten, Minggu (24/4).

Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Ketua DPW PKS Banten Miftahuddin, Sekretaris DPW Bonnie Mufizar, Jazuli Juwaini, dan fungsionaris PKS Provinsi dari kabupaten/kota di Banten.

Untuk mengusung calon gubernur, partai politik harus mempunyai 15 persen suara pada Pemilu 2009 atau setara dengan 13 kursi. Namun, PKS hanya memiliki 11 kursi di DPRD Banten. Menurut irfan, kekhawatiran tidak terpenuhi syarat kursi sudah terobati karena DPW PKS sudah menyatakan sepakat dengan beberapa partai politik untuk berkoalisi. “Kami sudah genap 13 kursi dan yakin akan bertambah,”ujarnya.

Meski demikian, Irfan enggan mengungkap tambahan dua kursi partai politik yang sudah diperoleh. Kata dia, secara etika kurang pantas jika diungkapkan sebelum gendering Pilgub Banten dibunyikan. “Kami akan berkiprah di pilgub secara massif. Perjuangan di legislative memang kurang signifikan sehingga melalui pilgub akan mengambil posisi perjuangan di eksekutif,” ujarnya.

Irfan mengakui saat ini banyak keraguan dari masyarakat akan langkah PKS mengusung calon gubernur dari internal. Keraguan ini mungkin bisa dilihat dari langkah PKS di berbagai pilkada kabupaten/kota yang cenderung mendukung kandidat dari keluarga Gubernur Ratu Atut Chosiyah selaku incumbent yang berambisi ingin kembali menjabat.

“Keraguan itu wajar, tapi jaringan kami sudah sampai ke desa dan sudah mendekati TPS (tempat pemungutan suara-red). Artinya, secara mesin politk, kami yakin bisa maju di Pilgub nanti,” tegasnya.

Jazuli Juwaini sepertinya juga yakin akan maju di Pilgub Banten. Kata Jazuli, yang saat ini akan dilakukan dirinya bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS dan DPW PKS Banten adalah mencari kandidat calon wakil gubernur. “Saya adalah prajurit yang harus siap melaksanakan perintah dari DPP PKS untuk maju di pilgub,” jelasnya.


Jazuli enggan mengungkapkan nama-nama kandidat calon wakil gubernur yang akan dipilih oleh PKS serta diinginkan dirinya. Namun, ia mengakui karena dirinya dari Tangerang maka aspek wilayah dan popularitas menjadi pertimbangan. “Siapa pun yang akan menjadi kandidat wakil, saya harus terima,” ujarnya. Jazuli sepakat dengan Irfan bahwa saat ini banyak keraguan dari masyarakat akan kesungguhan DPW PKS mengusung calon gubernur.”Keraguan itu akan terjawab saat kami mendaftar di KPU nanti,” tegasnya.

Milad PKS ke-13 kemarin dimeriahkan jalan sehat yang diikuti ribuan kader PKS dan warga di Banten. Start dari Alun-alun menuju secretariat DPW PKS Banten di jalan Abdul Fatah Hasan, Cijawa. (run-mg-05/yes)



Media : Koran Radar Banten
Edisi : Senin, 25 April 2011







Selengkapnya...

Hadapi Pilgub Usung Jazuli; PKS Sudah Bangun Koalisi

Serang, (KB)- DPW Partai Keadilan Sejahtera mengaku sudah mendapatkan teman koalisi untuk memuluskan pencalonan Jazuli Juwaini sebagai calon gubernur Banten. Namun demikian, parpol yang menjadi teman koalisinya, PKS masih merahasiakan.

“Kami pasti membangun koalisi dengan partai lain yang memiliki kesamaan visi dalam membenahi Banten. Untuk memenuhi persyaratan pencalonan 13 kursi di parlemen, saat ini kamis duah mendapatkan teman koalisi,” kata Ketua DPW PKS Banten, Irfan Maulidi saat keterangan persnya seusai peringatan ke-13 Milad PKS di Markas Dakwah PKS Banten, Minggu (24/4).

Ia mengaku, PKS terus membangun komunikasi dengan beberapa partai lainnya untuk menjalin koalisi bersama. Dengan demikian, diharapkan ada peluang untuk memperoleh dukungan kursi di parlemen lebih dari 13 kursi. PKS hanya memiliki 11 kursi di DPRD.

“Kami terus berupaya membangun komunikasi dengan seluruh partai yang memiliki kursi di parlemen. Sedikitnya sudah ada enam partai dalam proses penjajakan untuk mencari kesamaan visi dengan PKS,” katanya.


Masih dikaji

Menyinggung mengenai calon pendamping Jazuli, Irfan mengaku, pihaknya saat ini dedang mengkajinya. Sesuai dengan instruksi DPP, DPW harus mengkaji tokoh-tokoh yang muncul menjelang Pilgub Banten. Setelah itu, mengajukan lima calon wakil gubernur kepada DPP untuk diputuskan.

“Terkait teknis pengkajiannya, akami akan bahas dalam rapat awal pekan depan. Kami juga membuka posisi cawagub dari partai koalisi. Jadi, format koalisi akan dibuat secara adil,” ujar Irfan.

Sementara Cagub PKS, Jazuli Juwaini mengaku, PKS siap menghadirkan alternatif kepemimpinan di Banten untuk membenahi dan memajukan Banten secara bersama. Pasalnya, PKS tidak bisa sendirian membenahi Banten.


Media : Harian Kabar Banten
Edisi : Senin, 25 April 2011


Selengkapnya...

Rabu, 04 Mei 2011

Ulama: Jual Beli Kursi Haram; PKS Klaim Penuhi Syarat

Serang, BE – Sejumlah ulama di Banten menekankan agar para kandidat gubernur dan partai politik menggunakan cara-cara yang baik dalam menghadapi Pilgub Banten 2011. Isu jual beli kursi yang marak belakangan ini diharapkan hanya sekedar selentingan belaka.

KH. Matin Syarqowi, salah satu ulama terkemuka Banten mengatakan bahwa jual beli kursi menyalahi norma agama dan masuk dalam kategori money politics. “Kalau ada jual beli kursi DPRD dengan kandidat gubernur, itu masuk kategori suap menyuap dan jelas melanggar norma agama. Karenanya haram,” kata KH Matin Syarqowi, Minggu (24/4).

Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (PC NU) Kota Serang itu juga menyatakan jual beli kursi sangat menciderai demokrasi. Pesta demokrasi lima tahunan semestinya dijadikan partai politik (parpol) dan kandidat gubernur sebagai ajang pembelajaran pendidikan politik yang baik kepada masyarakat di Banten.

“Kalau masyarakat Banten disuguhi dengan cara-cara yang tidak baik, jangan pernah berharap kandidat yang akan dipilih bisa memperjuangkan seluruh kepentingan masyarakat Banten. Nantinya, dia hanya akan disibukkan dengan pengembalian uang dihabiskan pada proses Pemilukada,” tegasnya.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Banten, KH Aminudin Ibrahim menyatakan hal senada. Dia mengatakan, kursi dewan merupakan amanat dari masyarakat dan bukan untuk diperjualbelikan. “Jual beli kursi dalam hokum Islma sudah masuk kategori suap menyuap maka sifatnya haram. Ini harus dihindari baik oleh kandidat gubernur maupun para elit politik di DPRD Banten,” kata KH. Aminudin.

Aminudin menuturkan, jika kandidat gubernur Banten ada yang melakukan tindakan tersebut, sebaiknya masyarakat tidak memilihnya. “Kalau mereka dipilih, yang dilakukan bukannya mensejahterakan masyarakat, tetapi menyengsarakan masyarakat, ujarnya.

Seperti diketahui, parpol yang memiliki kursi di DPRD Banten baik yang sudah merekomendasikan incumbent maupun yang belum diisukan dihargai Rp. 1 miliar per kursi. Kalangan dewan sendiri mengaku sudah mendengar isu tersebut.


Partai Gerindra Banten yang memiliki 5 kursi di DPRD Banten telah merkomendasikan Ratu Atut Chosiyah dan Ketua DPD Partai Gerindra Budi Heriyadi sebagai cagub kepada pusat. Incumbent juga direkomendasikan oleh PAN (2 kursi), PBB (3 kursi), PKNU (1 kursi), PKPB (2 kursi), sementara Partai Hanura (6 kursi), PKB (5 kursi), PPP (5 kursi), PBR (1 kursi), PNUI (1 kursi), PDS (1 kursi), PDIP (10 kursi) seleuruhnya belum merekomendasikan nama cagub.

Sekretaris Komisi IV DPRD Banten, Saris Priada Rahmat ketika dikonfirmasi melalui sambungan telepon membantah keras isu transaksi jual beli kursi. “Meski secara partai (PBB) sudah bulat mengusung incumbent sebagai kandidat gubernur, tapi saya tidak pernah menerima apapun dari kandidat gubernur. Isu pembelian kursi dewan ini tidak benar,” katanya.


PKS Klaim Penuhi Syarat.
Dewan Pimpinan Wialayh (DPW) PKS Provinsi Banten mengklaim telah memenuhi persyaratan kursi untuk mengusung calon gubernur (cagub) sendiri pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Banten tahun ini.

“Sekarang kami akan kembali ambil bagian menghadirkan calon alternative seperti pada Pilgub 2006,” kata Ketua DPW PKS Banten, Minggu (24/4). Hadir Wakil Ketua DPW PKS Banten Miptahudin, Sekretaris DPW Bonnie Mufizar, Cagub PKS Jazuli Juwaini dan Fungsionaris PKS Provinsi dari kabupaten/kota di banten.

Pilgub Banten mensyaratkan untuk mengusung cagub, aprtai politik harus mempunyai 15 persen suara pada Pemilu 2009 atau setara dengan 13 kursi. Menurut Irfan, PKS yang hanya memiliki 11 kursi di DPRD Banten sudah mendapat tambahan kursi sehingga memenuhi syarat pengusungan cagub.

“Kami sudah genap 13 kursi dan yakin akan bertambah,” ujar Irfan. Meski demikian, dia enggan mengungkap dari parpol mana tambahan dua kursi itu diperoleh. “Secara etika kurang pantas jika diungkapkan sebelum genderang Pilgub dibunyikan,” imbuhnya.

Irfan mengakui keraguan banyak kalangan terhadap langkah PKS mengusung cagub internal. Di berbagai pilkada kabupaten/kota di Banten, PKS cenderung mendukung kandidat dari keluarga Gubernur Ratu Atut Chosiyah, incumbent yang berambisi ingin kembali menjabat. “Keraguan itu wajar, tapi jaringan kami sudah sampai ke desa dan sudah mendekati TPS (tempat pemungutan suara-red). Artinya, secara mesin politik, kami semakin yakin bisa maju di pilgub,” tegasnya.


Jazuli Juwaini juga menyatakan keyakinannya. Saat ini yang akan dilakukannya bersama Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKS dan DPW PKS Banten adalah mencari kandidat calon wakil gubernur. “Saya adalah prajurit yang harus siap melaksanakan perintah dari DPP PKS untuk maju di Pilgub,” jelasnya.

Jazuli enggan mengungkapkan naman-nama kandidat calon wakil gubernur yang akan dipilih oleh PKS serta diinginkan dirinya. Namun ia mengakui karena dirinya dari Tangerang, maka spek wilayah dan popularitas menjadi pertimbangan. “Siapa pun yang akan dipilih PKS menjadi kandidat wakil, saya harus terima,” ujarnya. (eman/run/mg05/jpnn/ikhsan tamara)



Media : Satelit News
Edisi : Senin, 25 April 2011











































































online marketing consulting, limewire























website optimization, limewire























search engine optimization, limewire























internet marketing expert, limewire























seo services, limewire























website advertising, limewire























search engine marketing consulting, limewire























daemon tools, limewire























web advertising, limewire























books online, limewire























optimization company, limewire























emarketing, limewire























free ebooks download, limewire























seo internet marketing, limewire























seo optimering, limewire























increase search engine ranking, limewire























seo packages, limewire























marketing websites, limewire























internetmarketing, limewire























internet marketing firm, limewire























daemon tools, limewire























organic search engine optimization, limewire























webpromotion, limewire























daemon tools, limewire























seo services, limewire























yahoo detector, limewire























webmarketing, limewire























seo packages, limewire























internetmarketing, limewire























website promotie, limewire























search engine optimisation company, limewire























ebook, limewire























download limewire limewirewin, limewire























daemon tools, limewire























daemon tools, limewire























search engine optimisation services, limewire























submit website to search engines, limewire























seo help, limewire























daemon tools, limewire























search engine marketing agency, limewire























internet advertising, limewire























daemon tools, limewire























website optimierung, limewire























free music downloads limewire, limewire Selengkapnya...

Rabu, 27 April 2011

Di Pilgub, PKS Banten Siap Berkoalisi Asal Satu Misi dan Visi - Jazuli Juwaini Bertambah Yakin Didukung Akar Rumput



Partai Keadilan Sejahtera (PKS) merasa siap mengusung sosok Jazuli Juwaini sebagai jagoannya di Pilgub Banten 2011 ini. Bahkan, dukungan terhadap Jazuli, puluhan ribu kader pun turun dalam Milad PKS ke-13, kemarin (24/4)

SEPERTI ingin unjuk kekuatan menjelang Pilgub Banten 2011, Minggu (24/4) pagi, PKS Banten menggelar jalan santai di Kota serang yang diikuti oleh puluhan ribu kader dan simpatisa partai tersebut. Acara jalan santai tersebut berakhir di Alun-alun Timur Kota Serang dan ditandai dengan pembagian I hadiah kepada peserta, mulai dari hadiah Umroh hingga dan sepeda motor.

PKS Banten kemarin juga meresmikan kantor mereka yang terletak di kawasan Cijawa, Kota Serang. Rangkaian acara tersebut digelar untuk memperingati milad partai tersebut yang ke-13.

"Tidak ada keragu-raguan sedikitpun dari kami, bahwa PKS sampai saat ini terus menggalang kekuatan untuk memperbesar eskalasi dukungan terhadap Jazuli Juwaini di Pilgub 2011. Dan ternyata terbukti, puluhan ribu orang ikut berpartisipasi dalam peringatan milad PKS ke-13. Ini membuktikan bahwa kader PKS siap memenangkan Jazuli Juwaini di Pilgub nanti," kata Irfan Maulidi, Ketua DPW PKS.



Wakil Ketua DPRD Banten ini pun menyatakan, seluruh struktur PKS telah solid untuk menjadikan Jazuli Juwaini sebagai Gubernur. "Kesiapan PKS pun secara infrastruktur mesin politik. jaringan, dan dana telah siap untuk digerakan. Selain itu, komunikasi politik untuk membangun koalisi alternatif terus dijalin, Sehingga optimisme kami semakin meningkat untuk memenangkan pemilihan gubernur," terangnya.

Jazuli Juwaini yang ikut memberikan sambutan di acara milad PKS tersebut, mengatakan, dirinya semakin mantap untuk maju dalam pilgub kali ini. Bahkan, dirinya siap bekerjasama dengan parpol manapun asal satu visi dalam membangun Banten.

"Menurut survey, masyarakat Banten menginginkan mereka dipimpin oleh orang luar. Karena itu, terus meminta dukungan saran kepada seluruh ulama banten untuk menyatukan gagasan dan harapan agar pilgub ini peran ulama ini, menjadi semakin besar. Dan perayaan Milad inilah sebagai bukti bahwa dukungan masyarakat dan para ulama semakin besar," katanya.

Sebelumnya, Budi Prajogo Ketua Pelaksana Milad PKS mengatakan bahwa saat Provinsi Banten harus diurus seorang sosok yang berkomitmen terhadap kebersamaan. Merealisasikan cita-cita Banten dan visi-misinya perlu kerja sama.

"Dalam pengelolaan Banten Masyarakat harus diberikan ruang yang cukup untuk ikut berpartisipasi dalam pembangunan. Tidak bisa pengelolaannya dilaksanakan secara sendiri-sendiri Apalagi dalam satu keluarga," kata Budi menambahkan.(IDM)


Media : Koran Non Stop
Edisi : Senin, 25 April 2011
Rubrik: Metropolitan, Hal : 3





Selengkapnya...

Kamis, 21 April 2011

Airin-Benyamin Harus Lupakan Pertarungan

TANGSEL-Anggota Komisi VIII DPR Jazuli Juwaini yang juga hadir dalam acara pelantikan Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tangsel, Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie mengatakan, Airin-Benyamin harus melupakan pertarungan Pilkada beberapa waktu lalu.

Sebab, sekarang menurut dia, Airin-Benyamin bukan lagi hanya milik pendukungnya, melainkan milik masyarakat Tangsel keseluruhan, baik yang suka maupun yang tidak suka.

Mulai dari merangkul para kompetitor kandidat Pilkada yang kalah dan konsolidasi dengan seluruh elemen masyarakat yang ada di Tangsel.

“Airin-Benyamin harus ingat, mereka adalah yang pertama kali menjadi wali kota dan wakil wali kota . Beban mereka sangatlah berat, mereka harus menjawab cita-cita masyarakat Tangsel,” terang Jazuli.


Apa saja cita-cita masyarakat Tangsel, menurut Jazuli, diantaranya adalah harapan warga Tangsel yang mempermudah pelayanan fasilitas publik sebagaimana menjadi cita-cita pemekaran dari Kabupaten Tangerang.

“Kalau dulu di Kabupaten Tangerang banyak fasilitas publik yang dibangun oleh pengembang dan pelayanan publik sulit. Setelah ini harus mudah seluruh kebutuhan masyarakat,” terangnya.

Selain itu, menurut anggota DPR yang berasal dari Dapil 3 Banten itu, Airin-Benyamin harus bisa memangkas kesenjangan biaya pendidikan dan kesehatan. Dia mengingatkan, Tangsel belum memiliki RSUD, dan banyak warga Tangsel yang dirawat di RS Fatmawati, Jakarta Selatan.

“Perlu adanya kerjasama antar daerah ini, misalnya kartu Jamkesmas. Pokoknya harus ada komunikasi vertikal, baik dengan pusat, provinsi dan daerah yang beririsan seperti Jakarta Selatan, Bogor, Depok, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang,” terangnya.

Airin Rachmi Diany, kepada wartawan, mengungkapkan bahwa dalam 100 hari pemerintahannya, akan melakukan konsolidasi birokrasi, dan melakukan pemetaan masalah. "Saya ingin tahu masalah apa yang utama dibereskan. Seperti APBD 2011, saya ingin tahu untuk apa saja dan bagaimana penyerapannya," singkatnya. (DRA)


Media : www.tangerangnews.com
Edisi : Rabu, 20 April 2011





Selengkapnya...

Dilantik Atut, Airin Diminta Netral Dalam Pilgub Banten

Meski ada hubungan keluarga dengan Gubernur Atut Chosiyah, namun sebagai Walikota Tangerang Selatan Airin diminta netral dalam Pilgub Banten.(andry christiani/gardaberita.com)

PAMULANG, GARDABERITA - Diantara tamu undangan yang hadir dalam pelantikan Walikota-Wakil Walikota Tangerang Selatan, tampak mantan pasangan Airin waktu mencalonkan diri dalam pemilihan Bupati Tangerang Jazuli Juwaeny.

Anggota DPRRI dari partai PKS itu mengharapkan pemimpin baru Kota Tangsel harus memperhatikan kesehatan masyarakat. Menurut Jazuli, sebaiknya pemerintah Kota Tangsel segera melakukan koordinasi dengan RS Fatmawati.

Sebab selama ini masyarakat Tangsel lebih sering dan lebih mudah menjangkau rumah sakit yang berada di wilayah Jakarta Selatan tersebut.

"Saya harapkan ada komunikasi yang baik antara Pemkot Tangsel dengan RS Fatmawati, jangan sampai ada masyarakat Tangsel yang selam ini biasa berobat ke rumah sakit tersebut menjadi tidak nyaman," ujarnya.


Selain itu Jazuli juga mengharapkan Walikota dan Wakil Walikota yang baru terpilih ini dapat segera melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang saat pemilukada berseberangan. Sehingga sebagai pemimpin Walikota dan Wakil Walikota baru ini benar-benar menjadi milik masyarakat Kota Tangerang Selatan.
"Karena pembangunan di Kota Tangsel harus dilakukan bersama-sama seluruh elemen masyarakat" ujarnya.

Selain Jazuli Juwaeni yang mendapat perhatian wartawan yang meliput acara tersebut, kehadiran Walikota Tangerang Wahidin Halim juga cukup mendapat perhatian pers.
Sebab selama ini, Walikota Tangerang yang baru saja menjabat Ketua DPD Demokrat Banten tersebut baru saja resmi mencalonkan diri dalam bursa pemilihan Ketum PSSI.
Sementara saat berlangsung pelantikan, di luar pintu gerbang Kampus UT berlangsung aksi unjuk rasa dari beberapa elemen masyarakat. Dalam aksinya yang berlangsung damai, para pengunjuk rasa menegaskan akan melakukan pemantauan terhadap jalannya pemerintahan.

Salah satu kelompok yang melakukan aksi adalah dari ALiansi Masyarakat Pemantau Birokrasi (Amperi) menyampaikan tuntutannya agar Walikota Tangsel, dalam hal ini Airin Rachmi Diany, yang juga adik ipar Gubernur Banten Hj Ratu Atut, dapat bersikap netral dalam Pemilukada Propinsi Banten akhir tahun ini.(dry/reo)

Media : http://www.gardaberita.com
Edisi : Rabu, 20 April 2011


Selengkapnya...

Jazuli: Bahaya, Apabila Bom Cirebon Ditunggangi RUU Intelejen

Tangerang, Seruu.com - Bom bunuh diri di Masjid Adzikra komplek Mapolresta Cirebon masih menimbulkan tanda tanya besar di masyarakat. Pasalnya setelah terjadi ledakan bom bunuh diri itu banyak pihak mengkaitkan peristiwa tersebut ke beberapa kelompok yang selama ini diasumsikan sebagai kelompok garis keras.

Salah satu pihak yang menjadi sasaran tudingan dalam kasus tersebut adalah kelompok Abu Bakar Ba'asyir, bahkan ada yang menyebutkan pelaku bom bunuh diri itu adalah anak buah dari Amir Jemaah Ansharut Tauhid (JAT) itu.

Tudingan tersebut langsung dibantah oleh Sonhadi selaku direktur JAT, bahkan dirinya mengatakan peristiwa tersebut erat kaitannya dengan Rancangan Undang - Undang (RUU) Intelejen yang saat ini sedang digodok.

Menanggapi hal tersebut anggota Komiis VIII Jazuli Juwaini beranggapan bahwa apabila hal itu benar adanya, hal ini Merupakan sebuah kemunduran bagi proses pendewasaan politik di Indonesia.


"Menurut saya undang - undang apapun yang dibentuk jangan sampai mengalami kemunduran dalam menangani persoalan - persoalan" ungkap Jazuli usai menghadiri pelantikan Walikota dan Wakil Walikota terpilih Tangerang Selatan (Tangsel) di Universitas Terbuka Convention Center, Pondok Cabe, Tangerang Selatan, Rabu (20/4/2011).

Politis PKS ini juga mengatakan bagsa Indonesia memang pernah mengalami sejarah kelam dalam hal berpolitik, dimana pada saat itu terjadi pemaksaan kehendak diberbagai bidang termasuk dalam hal penerapan kebijakan.

"Cukup beberapa tahun yang lalu kita merasakan tindakan represif dari aparat kemanan. Saya kira sudah cukup, kedepan tidak boleh lagi tindakan - tindakan seperti itu terjadi di Republik Indonesia" pungkas Jazuli. [nurholis]

Media : http://www.seruu.com
Edisi : Rabu, 20 April 2011





Selengkapnya...

Rabu, 06 April 2011

Calgub PKS Dekati Ulama Pandeglang

PANDEGLANG, (KB).- Jelang Pemilihan Kepala Daerah (Pemilukada) Gubernur Banten periode 2011-2016, para bakal calon terus bergerilya ke berbagai daerah untuk mendapatkan dukungan dan simpati dari tokoh dan masyarakat. Salah satunya Calgub dari internal Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Jazuli Juwaini.

Anggota DPR RI itu bersilaturahmi ke beberapa Ualama di Pandeglang, termasuk ulama sepuh Abuya Muhtadi Cidahu Kecamatan Cadasari, Kabupaten Pandeglang, kemarin. Jazuli yang datang beserta rombongan kader Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kabupaten Pandeglang disambut hangat oleh Abuya Muhtadi dan keluarga besar Cidahu.

Secara pribadi Jazuli meminta restu dan masukannya kepada Abuya Muhtadi terkait rencana dirinya yang akan maju pada ajang pemilihan Gubernur Banten mendatang.
"Saya meminta restu dan masukannya dari kiai terkait rencana saya yang diusung oleh PKS untuk maju sebagai calon Gubernur Banten," ungkap Jazuli saat meminta restu kepada Abuya Muhtadi, kepada wartawan, kemarin.


Abuya Muhtadi pada kesempatan itu mengatakan bahwa dirinya mendukung siapapun yang akan memipin Banten ke depan, yang penting orang itu harus baik secara agama, berwawasan luas, adil dan amanah."Siapapun calon pemimpin yang datang saya doakan, termasuk kedatangan Pak Jazuli untuk minta restu. Semua calgub menurut saya baik, yang terpenting dia harus jujur dan amanah serta memiliki wawasan yang luas,"katanya singkat. (H-21)***


Media : Koran Kabar Banten
Edisi : Senin, 4 April 2011

Selengkapnya...

 

Pemikiran Jazuli

Photobucket
Kerukunan antarumat beragama perlu dirawat. Merawatnya dengan berbagai macam cara, tapi yang terpenting cara itu harus didasari atas kesadaran bersama untuk menjaga segala potensi yang merusak bangunan kerukunan. Oleh karena itu setiap umat beragama harus menyadari bahwa kunci utama merawat bangunan itu adalah dengan saling berinteraksi dan berkomunikasi secara terbuka dan dialogis baik secara informal maupun secara formal.
Baca Selengkapnya ...

Pengunjung

Pilgub Banten 2011

Pilgub Banten 2011

Kalender

Lawan Korupsi

Photobucket