
JAKARTA, KOMPAS.com — Anggota DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera, Jazuli Juwaini, menilai penanganan fakir miskin harus terukur.
Itu sebabnya Badan Pusat Statistik (BPS) harus menyediakan data yang betul tentang jumlah penduduk miskin di Indonesia. Jika tidak, penanganan kaum fakir miskin ini bisa tidak tepat sasaran padahal Undang-Undang Fakir Miskin sudah disahkan pada Juli lalu.
”Oleh karena itu, BPS dalam menentukan data-data ini sebaiknya bekerja sama dengan Kementerian Sosial dan instansi lainnya untuk menyusun peta kemiskinan. Agar ke depan hanya ada satu peta fakir miskin di seluruh Indonesia. Peta tersebut merupakan peta resmi dan memuat data kemiskinan, lengkap dengan nama dan alamatnya,” ujar Jazuli di Jakarta, Selasa (27/9/2011).
Data terbaru yang dilansir BPS, jumlah penduduk miskin di Indonesia per Maret 2011 berjumlah 30,02 juta atau 12,49 persen dari total penduduk. Jika dibandingkan dengan data Maret 2010 berjumlah 31,02 juta jiwa atau sekitar 13,33 persen dari total penduduk Indonesia, terjadi penurunan meski tidak signifikan yaitu sebesar 0,84 persen.
Jika mengamati kondisi realitas di masyarakat, menurut Jazuli, tampak sekali angka penurunan kemiskinan tidak sebanding dengan kondisi masyarakat yang ada saat ini.
Hal itu dapat dilihat dari semakin tingginya angka pengangguran, lemahnya daya beli masyarakat, dan munculnya daerah-daerah baru yang merupakan kantong kemiskinan. Di lain pihak, jumlah gelandangan dan pengemis terutama di kota-kota besar semakin meningkat.
Indonesia, menurut Jazuli, yang sebelumnya menempati peringkat 15, kini naik menjadi peringkat 5 besar negara dengan jumlah gelandangan dan pengemis terbesar di dunia, yaitu diperkirakan sekitar 15 juta jiwa.
Belum lagi jika mau mengkritik masalah garis kemiskinan sebesar Rp 233.740 yang ditetapkan BPS pada tahun 2011, menurut Jazuli, secara faktual pendapatan Rp 233.740 dalam memenuhi kebutuhan selama satu bulan atau Rp 7.791,33 per hari tidak mencukupi untuk hidup layak.
Garis kemiskinan yang dibuat BPS merupakan rata-rata nasional dari 33 provinsi untuk daerah perkotaan dan pedesaan.
Penghitungan garis kemiskinan didasarkan pada database pengeluaran konsumsi dari 68.000 sampel rumah tangga di seluruh Indonesia yang diperoleh dari Survei Sosial Ekonomi Nasional. Karena dihitung berdasarkan survei, angka kemiskinan yang dihasilkan pada dasarnya hanyalah estimasi.
”Oleh karena itu, memang sebaiknya ada evaluasi dan perbaikan dalam penyelenggaraan kegiatan pendataan sehingga akan diperoleh data kemiskinan yang lebih berkualitas. Atau dapat juga mengacu pada standar kemiskinan Bank Dunia yaitu 2 dollar per hari,” ujar Jazuli.
Media : Kompas.com
Edisi : 27 September 2011
Rubrik: Nasional
Jumat, 30 September 2011
Penanganan Fakir Miskin Harus Terukur
Kamis, 22 September 2011
DPR Desak Pemerintah Keluarkan PP Fakir Miskin
Liputan6.com, Jakarta: Anggota Komisi VIII DPR RI Jazuli Juwaini menyampaikan Rancangan Undang-undang tentang Penanganan Fakir Miskin yang merupakan inisiatif wakil rakyat sebagai implementasi dan manifestasi Pasal 34 UUD 1945, akhirnya disahkan menjadi Undang-undang pada Rapat Paripurna DPR, 21 Juli silam.
Namun menurut Jazuli, pengesahan ini bukanlah akhir dari perjuangan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. UU Fakir Miskin haruslah menjadi awal yang baik dan memberikan harapan bagi fakir miskin dalam meningkatkan kualitas hidup. Pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial sebagai lembaga (institution leader) yang nantinya menangani fakir miskin kiranya perlu segera mempersiapkan hal-hal yang mendukung agar UU Fakir Miskin dapat dioperasionalkan.
"Jangan sampai UU Fakir Miskin yang sangat penting ini berhenti sampai di sini seperti halnya UU lain, yang setelah disahkan kemudian terlupakan. Pemerintah harus segera menyusun Peraturan Pemerintah (PP) terkait penanganan fakir miskin," ucapnya kepada liputan6.com melalui siaran pers di Jakarta, Kamis (15/9).
Dengan demikian menurut Jazuli, Kemensos sebaiknya berkoordinasi dengan 19 instansi yang selama ini menangani fakir miskin sehingga PP yang akan dihasilkan nantinya memuat berbagai pemetaan, indikator tentang fakir miskin untuk dijadikan pegangan operasional.
"Tahun 2011 ini juga sebaiknya PP tersebut sudah keluar agar berbagai kegiatan penanganan fakir miskin dengan landasan UU Fakir Miskin dan PP bisa dimulai dengan terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik," pungkas Jazuli.(AIS)
Media : liputan6.com
Edisi : Kamis, 15 September 2011
Jazuli Juwaini: Banten Butuh Revitalisasi Pendidikan
Senayan - Tradisi keagamaan yang kuat di masyarakat Banten tidak terlepas dari pendidikan yang sudah tertanam sejak kecil di kalangan generasi muda Banten. Pesantren dan madrasah merupakan pilar utama pendidikan di Banten. Oleh karena itu, pemerintah daerah harus memerhatikan keberlangsungan dan kualitas pendidikan di madrasah dan pesantren yang ada di provinsi Banten.
"Kebiasaan masyarakat Banten yang menyekolahkan anaknya di pesantren dan madrasah menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keislaman ini untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi sumber daya manusia yang tidak hanya berkualitas secara ilmu duniawi namun juga berakhlak mulia," ujar Jazuli dalam keterangan persnya Rabu (14/9)
Jazuli Juwaini, yang maju sebagai cagub Banten dalam pemilukada yang akan berlangsung Oktober nanti sedang melakukan safari kunjungan ke berbagai daerah di Banten sejak Senin, (12/9).
Berdasarkan data dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, jumlah pesantren di Banten sebanyak 3.232 pondok pesantren, 90 persen lahir dari keluarga besar organisasi Nahdlatul Ulama. Perbandingan lembaga pendidikan formal yang berorientasi keislaman dalam bentuk madrasah (diniyah, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah) dan pesantren lebih banyak dibandingkan jumlah sekolah umum yang ada di Banten.
Sehingga menurut Jazuli, pesantren dan madrasah memiliki peran yang sangat strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di provinsi Banten.
Politisi PKS ini menegaskan, pesantren dan madrasah sebagai lembaga pendidikan Islam yang mandiri karena sebagian besar pendanaan dan pengelolaan berasal dari masyarakat membutuhkan perhatian dan keseriusan dari pemerintah.
"Standardisasi pendidikan nasional yang diberlakukan saat ini tidak semuanya tepat dijalankan oleh pesantren dan madrasah. Dengan kekhasan dan kelebihannya harus ada kebijakan dan regulasi yang mengakomodasi kebutuhan dan potensi pesantren dan madrasah," ujarnya.
Revitalisasi pendidikan di pesantren, lanjut Jazuli, mutlak dibutuhkan dalam rangka menjadikan pesantren dan madrasah sebagai lembaga pendidikan yang berkualitas dalam mencerdaskan dan membangun bangsa.
Dalam hal ini diperlukan juga peran pemerintah daerah dalam mengembangkan madrasah dan pesantren selain dalam bentuk pemberian dana, fasilitas, regulasi, dan dalam bentuk pemberian kesempatan kepada lulusan pesantren dan madrasah untuk memberikan kontribusi dalam pembangunan di Banten. "Oleh karena itu, dalam era pembangunan ini sudah selayaknya kyai dan lulusan pesantren dan madrasah juga diberikan kesempatan untuk membangun dan membenahi Banten," pungkas Jazuli.
Reporter: Jay Waluyo | Penulis: Jay Waluyo | Editor: Iqbal Fadil
Media : jurnalparlemen.com
Edisi : Kamis, 15 September 2011
Rubrik : Peristiwa
Cagub Banten Minta Madrasah Dapat Perhatian Ekstra
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA- - Anggota Komisi VIII DPR RI yang juga calon Gubernur Banten Jazuli Juwaini mendesak Pemprov Banten memerhatikan kualitas pendidikan di madrasah dan pesantren di provinsi tersebut.
"Tradisi religiusitas yang kuat di masyarakat Banten tidak terlepas dari pendidikan yang sudah tertanam sejak kecil di kalangan generasi muda. Pesantren dan madrasah merupakan pilar utama pendidikan di Banten," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Menurut dia, kebiasaan masyarakat Banten yang menyekolahkan anaknya di pesantren dan madrasah menunjukkan tingkat kepercayaan masyarakat terhadap lembaga pendidikan keislaman ini untuk mendidik anak-anaknya agar menjadi sumber daya manusia yang tidak hanya berkualitas secara ilmu duniawi namun juga
berakhlak mulia.
Berdasarkan data dari Kanwil Kementerian Agama Provinsi Banten, jumlah pesantren di Banten sebanyak 3.232 pondok pesantren, 90 persen lahir dari keluarga besar organisasi Nahdlatul Ulama.
Perbandingan lembaga pendidikan formal yang berorientasi keislaman dalam bentuk madrasah (diniyah, ibtidaiyah, tsanawiyah, aliyah) dan pesantren lebih banyak dibandingkan jumlah sekolah umum yang ada di Banten.
Karenanya, menurut Jazuli, pesantren dan madrasah memiliki peran strategis dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Provinsi Banten.
Redaktur: Stevy Maradona
Sumber: Antara
Media : republika.co.id
Edisi : Kamis, 15 September 2011
Jazuli Desak Pemerintah Segera Keluarkan PP Fakir Miskin
Jakarta - Anggota DPR RI Jazuli Juwaini di sela-sela kunjungan kepada konstituennya di Banten, Rabu (14/9), menyampaikan bahwa RUU tentang Penanganan Fakir miskin yang merupakan inisiatif wakil rakyat sebagai implementasi dan manifestasi Pasal 34 UUD 1945 akhirnya disahkan menjadi undang-undang pada Rapat Paripurna DPR RI 21 Juli lalu.
Namun pengesahan ini bukanlah akhir dari perjuangan untuk mengentaskan kemiskinan di Indonesia. UU Fakir Miskin haruslah menjadi awal yang baik dan memberikan harapan bagi fakir miskin dalam meningkatkan kualitas hidupnya.
"Pemerintah dalam hal ini Kementerian Sosial sebagai lembaga (institution leader) yang nantinya menangani fakir miskin kiranya perlu segera mempersiapkan hal-hal yang mendukung agar UU Fakir Miskin dapat dioperasionalkan," ujar politisi PKS ini
Jazuli berharap, agar jangan sampai UU Fakir Miskin yang sangat penting ini berhenti sampai di sini seperti halnya UU lain, yang setelah disahkan kemudian terlupakan. Pemerintah harus segera menyusun Peraturan Pemerintah (PP) terkait penanganan fakir miskin.
"Kemensos sebaiknya berkoordinasi dengan 19 instansi yang selama ini menangani fakir miskin sehingga PP yang akan dihasilkan nantinya memuat berbagai pemetaan, indikator tentang fakir miskin untuk dijadikan pegangan operasional," tegas tokoh Banten ini.
"Tahun 2011 ini juga sebaiknya PP tersebut sudah keluar agar berbagai kegiatan penanganan fakir miskin dengan landasan UU Fakir Miskin dan PP bisa dimulai dengan terintegrasi dan terkoordinasi dengan baik," pungkas Jazuli.
Reporter: Jay Waluyo | Penulis: Jay Waluyo | Editor: Iqbal Fadil
Media : jurnalparlemen.com
Edisi : Rabu, 14 September 2011
Rubrik : Peristiwa
Cagub Jazuli Gandeng Wali Band
JAKARTA - Salah satu personel Wali Band, Apoy, mendapat undangan dari KH Jazuli Juwaini untuk shilaturrahim di kediaman Jazuli di Kampung Sawah, Ciputat, Tangsel.
Dalam momen ini Jazuli Juwaini sebagai calon gubernur Banten, menyatakan keinginannya menggandeng seluruh elemen untuk membangun Banten segera sejahtera.
"Tujuan kami menggandeng Wali Band karena semua tahu bahwa Wali adalah musisi dengan basis penggemar yang merata dari sisi umur. Tidak peduli tua, muda bahkan anak kecil menggemari Wali. Terlebih juga para personel Wali ini adalah lulusan pesantren jadi kami mempunyai kedekatan emosional," papar Arif Kirdiat selaku Ketua Tim Humas dan Media Pemenangan Jazuli-Zakki kepada okezone.
Jazuli dan Apoy sempat menggunakan bahasa Arab yang bila diterjemahkan, Jazuli: Selamat datang Apoy, bagaimana kabar? Apoy: Terima kasih Ustadz, saya dalam kondisi baik alhamdulillah. Jazuli: Masih banyak hapal kosa kata bahasa Arabnya? Apoy: Sudah banyak lupa. Dan diakhiri tawa keduanya.
Apoy dalam hal ini menyatakan kesediaan untuk tampil dalam kampanye-kampanye Jazuli pada bulan Oktober nanti. "Selama tidak bentrok dengan agenda yang sudah ada, kami siap tampil bareng Ustadz. Karena di awal Oktober kami ada agenda konser di Hongkong," tutur Apoy.
Jazuli juga merasa senang atas kesediaan Wali Band. "Hal ini bagi saya merupakan jawaban dari doa-doa kami. Kami merasa dimudahkan Allah untuk menggandeng berbagai elemen masyarakat demi menciptakan Banten segera sejahtera. Semoga kami juga akan mudah mendapatkan kemenangan seperti dalam doa yang senantiasa kami panjatkan, amin."
(ram)
Media : okezone.com
Edisi : Jum'at, 9 September 2011
Rubrik : News >Nusantara
Jazuli Juwaini ; Nomor 1 Dibuka, Nomor 2 Dilihat, Coblos Nomor 3
SERANG - Calon Gubernur Banten, Jazuli Juwani, tidak mempersoalkan kebagian nomor urut buncit alias nomor tiga dalam pengundian nomor urut pasangan cagub-calon wakil Gubernur Banten yang digelar Komisi Pemilihan Umum Daerah Banten Kamis lalu (25/8).
Calon yang berpasangan dengan Makmun Muzakki dan diusung PKS, PPP, PKNU dan PBR ini juga tak ambil pusing dengan pengopinian bahwa nomor urut tiga sebagai pertanda akan mengalami kekalahan.
"Itukan namanya wacana. Pertama nomor ini kan hanya sebagai tanda untuk mengenali lebih spesifik antarsatu calon dengan caLon yang lain. Saya dengan teman-teman bukan kelompok yang mengkultuskan nomor. Semua nomor itu pasti baik. Sehingga tidak bisa disimpulkan bahwa nanti petanya, pemenangan Banten berdasarkan nomor," katanya kepada rakyat merdeka, Senin (29/08) siang.
"Waktu diundi juga, bukan KPUD mengatakan, 'Kamu nomor tiga saja karena kamu (bakalan) kalah.' Tidak mungkin semua calon nomor satu, tidak mungkin semua calon nomor dua, atau semua calon nomor tiga. Inikan untuk mengenal calon-calon yang ada," kata anggota Komisi VIII DPR ini lagi.
Jazuli menegaskan, bahwa pemenang pada pemilihan gubernur Banten tidak ditentukan oleh nomor urut. Di berbagai pemilihan kepala daerah di daerah lainnya, sering nomor urut buncit justru menjadi pemenang. Di mencontohkan Pemilukada Tangerang Selatan. Pada Pemilukada ini yang keluar sebagai pemenang adalah pasangan Airin Rachmi Diany-Benyamin Davnie, nomor urut empat.
Mendapatkan nomor urut tiga, Tim Jazuli juga tampaknya sudah menyiapkan ancang-ancang agar bagainama nomor urut buncit itu bisa disulap menjadi magnet menggaet pemilih dalam kampanye nanti. Jazuli mengatakan, nomor 3 itu memiliki nilai filosofis dalam Islam, terutama dalam menjalankan ibadah.
"Saya kira, kita berdoa, diulang tiga kali. Membaca tasbih dalam shalat sunnahnya 3 kali. Kemudian kalau kita mengkampanyekan juga, nomor satu (surat suara) dibuka, nomor dua dilihat saja, nomor tiga baru dicoblos. Kalau mau kita akal-akalin," katanya sambil tertawa kecil.
"Tapi kita tentu tetap bekerja keras melakukan pemenangan; mesin partai bergerak; saya juga sebagai kandidat terus bergerak. Jaringan-jaringan yang simpati, relawan-relawan petani, nelayan, ulama dan santri, relawan buruh semuanya bergerak. Insya Allah yang menginginkan adanya segera perubahan (semua bergerak). Syiar kita Banten Segera Sejahtera," tandasnya.
Selain pasangan Jazuli-Makmun, dua pasangan lain yang akan ikut Pilgub Banten adalah pasangan Ratu Atut Chosiyah-Rano Karno dengan nomor urut satu dan pasangan Wahidin Halim-Irna Narulita dengan nomor urut dua. (RMOL/JAY)
Media : rakyatmerdekaonline.com
Edisi : Senin, 29 Agustus 2011
Rubrik : Politik
Rabu, 24 Agustus 2011
Jazuli Juwaini: Pelayanan Publik Tersendat, Otonomi Daerah Tak Maksimal
RMOL. Pemerintah dan DPR tidak boleh menutup mata terhadap berbagai evaluasi dan koreksi penerapan otonomi daerah.
Soalnya, belum semua daerah mampu mengoptimalkan potensi ekonomi dan pelayanan publiknya secara mandiri.
“Dulu pelayanan publik tersendat dan lama, itu masih wajar. Sebab, harus ke pusat. Tapi saat ini kan jalur birokrasinya sudah pendek. Kenapa sejumlah daerah belum maksimal menerapkannya. Inilah yang harus kita perbaiki di tingkat sistem maupun implementasi,” ujar anggota DPR Fraksi PKS, Jazuli Juwaini kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Berikut kutipan selengkapnya:
Anda baru saja menerima penghargaan dari Universitas Kyoto dalam ajang “The 6th Indonesian Political Watch” sekaligus menjadi pembicara utama, bisa diceritakan?
Ya, penghargaan itu diberikan Kyoto University, Jepang. Ini merupakan ajang tahunan yang diselenggarakan para akademisi Jepang dalam bidang otonomi daerah.
Penghargaan ini diberikan kepada tokoh Indonesia yang dinilai memiliki concern dalam bidang otonomi daerah. Untuk tahun ini, Alhamdulillah saya diberi amanah mendapatkan penghargaan tersebut.
Saya pernah duduk di Komisi II DPR dan cukup concern dalam bidang otonomi daerah. Saya juga menulis buku yang mengupas tuntas soal otonomi daerah, berjudul: Otonomi Sepenuh Hati. Ini antara lain kriteria pemberian penghargaan itu kepada saya.
Anda memberikan ceramah umum kepada para profesor, pakar otonomi, serta pejabat-pejabat Jepang, apa yang disampaikan?
Saya memberikan ceramah tentang Implementation of Regional Autonomy in Indonesia. Di makalah itu, saya memaparkan tentang konsep dan pengalaman Indonesia dalam mengimplementasikan otonomi daerah. Bagi para akademisi dan pejabat Jepang, pengalaman Indonesia dalam menerapkan otonomi daerah dianggap sangat berharga dan merupakan pembelajaran penting.
Saya juga menyampaikan, pelaksanaan otonomi di Indonesia telah menghasilkan capaian-capaian penting. Pemerintah daerah tertuntut untuk inovatif dan kreatif dalam menggali potensi daerahnya. Secara politis, ajang Pemilukada juga mendorong pembelajaran transparansi politik dan latihan kepemimpinan masyarakat lokal.
Apa saja catatan evaluasi Anda tentang pelaksanaan otonomi daerah?
Ada beberapa indikator yang digunakan untuk mengukur sukses tidaknya pelaksanaan otonomi daerah. Pertama, indikator ekonomi. Apakah sistem otonomi daerah telah membuat daerah tersebut mampu meningkatkan Pendapatan Perkapita dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
Kedua, kemandirian. Inilah yang sering salah kaprah. Selama ini, kemandirian yang dimaksud hanya dipahami dalam konteks kemandirian finansial dan dukungan administrasi pemerintahan. Padahal, kemandirian dalam Otda mencakup tiga hal, yakni mandiri dalam menyelesaikan masalah sendiri, mandiri untuk berinisiatif, dan mandiri dalam memanfaat potensi sumber daya setempat.
Ketiga, organisasi dan manajemen. Keempat, pelayanan publik. Kelima, good local governance, dan masih ada beberapa indikator yang lain.
Apa hal menarik yang Anda temukan selama proses penerimaan penghargaan di Jepang?
Salah satu profesor di sana bilang, kalau mereka kaget karena sosok yang dikenal religius (ulama atau kiai di Banten, red), ternyata sangat menguasai tema dan persoalan pemerintahan, otonomi daerah.
Saya bilang kepada mereka, di Indonesia, semua elemen masyarakat dituntut untuk bisa memberikan kontribusinya bagi pembangunan bangsa. Jika ada masalah, yang dituntut bukan hanya aparatur pemerintah untuk membenahi, tapi juga masyarakat. Itulah yang membuat saya terdorong untuk terjun ke politik dan menjadi anggota DPR.
Sebagai anggota DPR daerah pemilihan Banten, bagaimana Anda melihat arah pembangunan Banten di era otonomi daerah ini?
Banten memiliki potensi yang sangat besar. Dekatnya posisi Banten dengan Jakarta adalah potensi tersendiri bagi daerah ini. Keberadaan pelabuhan juga sangat strategis jika bisa dioptimalkan. Banten juga potensial dijadikan sebagai kawasan Industri.
Sekarang, tinggal bagaimana kita mengemas semua potensi itu. Harus ada visi yang jelas. Rencana jangka panjang, jangka menengah, dan jangka pendek. Target pada setiap tahapan juga harus jelas. Pembangunan Banten tidak boleh parsial, sepotong-sepotong.
Menurut saya, setiap kabupaten dan kota harus digali potensinya dan tidak boleh ada kawasan yang terbengkalai. Sebab, satu kawasan dengan kawasan yang lainnya saling terhubung dan melengkapi.
Apa masalah utama yang terjadi di Banten?
Saya melihat, problem utama Banten adalah infrastruktur. Di Banten infrastruktur adalah oksigen. Tanpa infrastruktur yang memadai, pembangunan Banten akan ‘mati’. Bagaimana antara kawasan akan terhubung dan sinergis, jika infrastruktur tidak menunjang.
Selain itu, soal pelayanan publik juga penting. Di era otonomi, pelayanan publik sudah harus semakin efektif dan efisien. Kalau dulu pelayanan melalui banyak pintu. Di era otonomi sudah satu pintu bahkan satu meja atau online dengan layanan one stop services. [rm]
Selengkapnya...
Jazuli Juwaini & Cerita Pengusiran
BANTEN - Jazuli Juwaini telah mendeklarasikan diri maju dalam pemilihan gubernur Banten menantang Ratu Atut Chosiyah dan Wahidin Halim.
Harapan terbesarnya adalah semua pihak, terutama birokrasi fair dalam pertarungan menduduki kursin Banten 1.
Sebab kompetitornya adalah Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan Wali Kota Tangerang Wahidin Halim. Berikut petikan wawancara Jazuli Juwaini dengan okezone di Banten, Rabu (17/8/2011).
Apakah Bapak menemukan indikasi kecurangan dalam persiapan Pilgub ini?
Karena yang menjadi calon lainnya adalah incumbent Gubernur dan juga Wali Kota Kota Tangerang, saya hanya berharap bahwa jajaran pemerintah dalam hal ini sebagai penyelenggara pemilihan gubernur, dapat menjaga netralitasnya.
Karena saya yakin siapapun yang terpilih terutama bila ulama, pasti aparat pemerintah akan tetap diperhatikan kesejahteraannya.
Jangan mau diperalat untuk tidak netral, seakan-akan bila yang berkuasa nanti bukanlah yang sekarang berkuasa, maka kesejahteraan berkurang.
Saya pernah mengalami pengusiran dari aparat kelurahan ketika menghadiri acara di Kota Tangerang, ini sudah ada indikasi ketidaknetralan itu.
Bila terpilih menjadi gubernur apa yang bapak lakukan?
Tentu kalau melihat sejarah, Banten pernah mengalami kejayaan saat ulama dan umara bersinergi. Maka harapan itu jangan sampai padam, karena ulama akan tetap mengambil peran penting dalam pemerintahan yang akan saya bangun nanti.
Hal itu akan membuat pembangunan di Banten berjalan sesuai dengan nilai-nilai kebaikan. Bila sudah demikian tentu hasilnya pun akan seperti apa yang Allah sebutkan dalam Alquran sebagai baldatun thayyibatun wa robbun ghafur.
Kita tidak kekurangan orang pintar tapi yang kita mencari yang amanah dan akan memperjuangkan hak-hak para santri dan ulama yang tentu juga pasti masyarakatnya.
Pembangunan di Banten ini masih harus terus berlangsung. Menurut BPS, jalan di Banten ini 80 persen rusak, maka ini harus tetap menjadi prioritas pembangunan ke depan.
(ful)
Media : okezone.com
Edisi : Kamis, 18 Agustus 2011
RUbrik: Dialog
Selengkapnya...
Jazuli Minta Tayangan Ramadan Dievaluasi
Senayan - Anggota Komisi VIII DPR RI Jazuli Juwaini meminta agar tayangan Ramahan di televisi yang tidak mendidik atau yang bisa mengurangi makna bulan suci sebaiknya dievaluasi.
"Saya melihat tayangan Ramadan di televisi banyak juga yang positif, yang belum positif tinggal dievaluasi," katanya kepada Jurnalparlemen.com di Kompleks Parlemen, Selasa (9/8).
Politisi PKS ini juga mengimbau kepada perusahaan penyiaran dan produser tayangan televisi untuk menyesuaikan program siarannya pada bulan Ramadan.
"Kalangan televisi dan produser harus melihat dan menyesuaikan bahwa bulan Ramadan ini adalah bulan yang agung. Semua orang berupaya mendekatkan diri pada Allah. Sebaiknya seluruh kegiatan dan acara-acara itu bisa menggiring orang untuk semakin dekat kepada Allah bukan lupa kepada Allah," ujar tokoh ulama Banten itu.
Sebelumnya, Kementerian Agama menyatakan rencana untuk melakukan penelitian terhadap sejumlah tayangan televisi yang tidak mengandung unsur pendidikan selama bulan Ramadan.
"Litbang tengah meneliti siaran TV terutama sahur. Nanti hasilnya akan dikasih tahu kepada TV yang bersangkutan untuk memperbaiki kualitasnya," kata Menteri Agama Suryadharma Ali, di Jakarta, Senin (8/8).end
Reporter: Nofellisa | Penulis: Nofellisa | Editor: Yayat R. Cipasang
Media : jurnalparlemen.com
Edisi : 10 Agustus 2011
Rubrik: Komisi VIII
Selengkapnya...
Selasa, 23 Agustus 2011
Jazuli: Jadikan Survei BPS sebagai Bahan Evaluasi
Jazuli: Jadikan Survei BPS sebagai Bahan Evaluasi
Jazuli Juwaini (JPI/Andri Nurdriansyah)
Senayan - Hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) terkait tingkat kepuasan jemaah haji terhadap pelayanan haji tahun 1431 H/2010 M harus bisa dijadikan bahan untuk evaluasi pelayanan haji pada tahun 1432 H/2011 M.
"Hasil survei itu harus dijadikan bahan oleh Kementerian Agama dan DPR RI untuk mengevaluasi posisi yang tidak puas. Ini kan harus kita lakukan perbaikan-perbaikan," kata anggota Komisi VIII DPR RI Jazuli Juwaini kepada Jurnalparlemen.com, Selasa (9/8).
Hasil survei BPS tentang tingkat pelayanan haji 2010 secara umum memuaskan (81,45 persen). Tingkat kepuasan masyarakat yang paling rendah pada sisi pelayanan katering (75,68 persen). Sementara, untuk pelayanan transportasi (76,82 persen) dan pemondokan (79,95 persen).
Menurut Jazuli, rendahnya tingkat kepuasan jemaah haji terhadap pelayanan katering bisa disebabkan masih terjadinya kasus-kasus keracunan ataupun katering basi.
"Mungkin katering itu kan banyak yang bermasalah, mungkin keracunan dan sebagainya, mungkin juga menunya. Saya kira ini harus dijadikan bahan evaluasi oleh Kementerian Agama dalam menetapkan katering. Katering sudah tidak layak membuat orang tidak suka, jangan dipakai lagi," ujarnya.
Agar survei ini bisa menjadi bahan evaluasi, Jazuli berharap, ke depan survei tersebut bisa dilakukan lebih spesifik, misalnya untuk perumahan, apa yang menjadi persoalan. "Mungkin perlu spesifik lagi untuk perumahan itu masalah air atau apanya. Tetapi itu jauh lebih baik agar evaluasinya tepat sasaran. Transportasi mungkin biasa karena crowded, tapi yang disoroti transportasi ke masjid."
Dari hasil kunjungan kerja pengawasan Komisi VIII, dia melihat sudah mulai ada peningkatan dibandingkan tahun 2010.
"Kita melihat persiapan baru yang ada kontraknya di Mekkah secara umum lebih dekat dari tahun lalu, ada peningkatan. Mudah-mudahan ini menjawab persoalan yang dikeluhkan jemaah. Apa pun yang terjadi kita akan tetap melakukan evaluasi. Evaluasi itu lebih baik sebelum Kemenag melakukan kontrak supaya lebih enak," pungkas anggota DPR Dapil Banten III ini.end
Reporter: Nofellisa | Penulis: Nofellisa | Editor: Dzikry Subhanie
Media : jurnalparlemen.com
Rubrik: Komisi 8
Selengkapnya...
Kamis, 23 Juni 2011
Kemenag Diminta Segera Putuskan Maskapai Haji 2011
Senayan - Anggota Komisi VIII DPR RI Jazuli Juwaini mendesak pemerintah dalam hal ini Kementerian Agama untuk secepatnya memutuskan maskapai mana saja yang akan dilibatkan dalam pelayanan haji tahun 1432H/2011M karena dianggap memenuhi kriteria Standard Performance Evaluation Corporation (SPEC) yang disyaratkan.
Sehingga, menurutnya, setiap maskapai dapat memperkirakan tipe pesawat dan jumlah kursinya, serta jumlah pesawat yang akan disewa. "Hal ini terkait dengan liburan musim panas (summer) yang berlangsung di belahan bumi bagian utara yang diprediksi juga akan mempengaruhi kenaikan biaya penerbangan," katanya kepada Jurnalparlemen.com, di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (22/6).
Kondisi ini, diakui Politisi PKS ini akan menyebabkan ketersediaan pesawat sewa akan semakin minim, sehingga harga sewa pesawat meskipun langsung kepada perusahaaan penyewa pesawat akan mengalami lonjakan.
Jazuli menyatakan, apabila maskapai penerbangan sudah mempersiapkan sejak saat ini, diharapkan tidak mengalami kenaikan yang signifikan, sehingga biaya penerbangan tidak terlalu tinggi. "Walaupun naik, hanya pada komponen-komponen tertentu yang sulit untuk diantisipasi seperti bahan bakar. Saya berharap dengan masuknya maskapai penerbangan yang lain akan meningkatkan pelayanan terhadap jamaah haji dan dari sisi biaya juga tidak memberatkan jamaah," tandasnya.
Dia menjelaskan, kenaikan harga BPIH yang diajukan oleh Kementerian Agama sebagian besar dipengaruhi oleh kenaikan biaya penerbangan yang mencapai 354 dolar AS. Hal ini tentunya akan sangat memberatkan jamaah haji. "Dengan dibukanya kesempatan melibatkan maskapai penerbangan yang lain dalam penerbangan haji diharapkan ada penawaran biaya yang lebih rendah," pungkasnya.
Media : http://www.jurnalparlemen.com
Edisi : Rabu, 22 Juni 2011
Rubrik : Komisi VIII
Selasa, 21 Juni 2011
Bank Penerima Setoran Haji Mengeluh

Senayan - Bank penerima setoran Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) mengaku tidak terlalu banyak mengelola dana-dana setoran calon jemaah haji. Sebab, calon jemaah haji telah melunasi setoran awal sebesar Rp 25 juta yang langsung dimasukkan ke rekening Menteri Agama.
"Lebih banyak dana hanya haji ini sudah bukan dikelola mereka (bank penerima setoran BPIH, red). Kalau ada yang mengendap lebih untuk membantu kepada UMKM, diberikan kepada masyarakat," kata anggota Komisi VIII DPR RI Jazuli Juwaini kepada Jurnalparlemen.com di Gedung Nusantara II, Kompleks Parlemen, Jakarta, Kamis (16/6).
Namun, politisi PKS ini menjelaskan, apabila dana setoran awal haji itu belum mencapai Rp 25 juta dikelola oleh bank-bank tersebut. Dan, setelah mencapai Rp 25 juta, langsung ke rekening Menteri Agama. Makanya, bank penerima setoran haji mengeluh karena harus mengeluarkan biaya untuk membuat sistem online dari daerah-daerah. "Itu kan tidak dipungut biaya sama sekali kepada nasabahnya," ujarnya.
Bank penerima setoran haji, lanjut Jazuli, juga mengeluhkan banyaknya dana haji yang diberikan ke Sukuk Haji yang persentasenya cukup besar hingga mencapai 45 persen, meskipun ada juga yang dimasukkan ke deposito dan giro. Hal tersebut sempat terungkap dalam rapat antara Panja BPIH Komisi VIII dengan bank penerima setoran biaya haji antara lain BNI, BRI, Mandiri, beserta bank-bank syariahnya pada Kamis (16/6) sore.
"Jangan terlalu banyak diberikan ke Sukuk karena Sukuk kan keluar. Tetapi pemerintah tentunya punya alasan karena Sukuk ini memberikan manfaat jauh yang lebih tinggi dibandingkan perbankan. Lebih ingin mengetahui pengelolaan dan keamanannya," jelasnya.
Ke depan, Jazuli menginginkan agar dana haji dikelola seperti dana abadi umat, dan dana haji dikelola oleh lembaga yang lebih fokus. "Ada manajernya yang mengawasi ke mana uang itu akan dikelola, untuk apa. Yang pertama untuk memberikan manfaat yang lebih besar dengan catatan aman dan tidak boleh raib," pungkas anggota DPR Dapil Banten III ini.end
Media : http://jurnalparlemen.com
Edisi : Jum'at, 17 Juni 2011
Rubrik: Komisi VIII
Senin, 20 Juni 2011
Jazuli Juwaini Wacanakan Empat Program Pembenahan
TANGERANG--MICOM: Bakal calon Gubernur Provinsi Banten dari Partai Keadilan Sejahtera, Jazuli Juwaini, mengungkapkan ada empat program yang akan dijalankan dalam membenahi pemerintahan kedepannya.
"Ada empat sektor yang dianggap menjadi kegagalan pemerintahan saat ini dan harus dibenahi bila nanti saya memimpin," kata Jazuli Juwaini ditemui usai menjadi pembicara dalam seminar Partai Islam di Universitas Islan Negeri Syarif Hidaytullah Ciputat, Jumat (17/6).
Dikatakan Jazuli, keempat program tersebut adalah perbaikan infrastruktur, birokrasi pemerintahan yang harus di reformasi total, penanganan pengangguran dan kemiskinan serta menghidupkan sektor pertanian dan industri. Untuk infrastruktur misalnya, masih belum menyeluruh. Dari kunjungan ke beberapa daerah di wilayah Barat Banten seperti Serang, Kabupaten Tangerang dan Pandegelang, masih banyak jalan yang rusak. "Bahkan, kerusakan jalan tersebut tidak pernah tersentuh dalam program perbaikan infrastruktur. Berarti, ada tidak meratanya pembangunan dari desa hingga perkotaan," kata Jazuli yang juga anggota DPR RI.
Kemudian, dengan masalah tersebut berarti adanya birokrasi yang tidak sinergi. Maka, perlu dilakukan perubahan. Kemudian, pengangguran yang terus bertambah. Padahal, banyak sekali industri di Provinsi Banten seperti Kabupaten Tangerang yang dikenal sebagai daerah seribu industri. Semestinya, keunggulan sektor tersebut dapat menjadi solusi dan mampu mengatasi kemiskinan.
Selanjutnya, sektor pertanian yang belum mampu dikelola secara maksimal. Berbagai macam persoalan petani seperti kekurangan air dan pupuk, terjadi setiap tahun. Padahal, hal tersebut bisa diatasi dan tidak terjadi berulang kali. Sehingga, masih adanya kekurangan hubungan sinergi dan konsisten dalam bekerja.
"Maka itu, tema dalam pemilihan gubernur kali ini, kami mengajak masyarakat untuk melakukan pembenahan Banten untuk menjadi lebih baik lagi," kata Jazuli yang merupakan warga Ciputat Tangerang Selatan.
Mengenai koalisi partai menghadapi Pilgub, Jazuli menambahkan, saat ini PKS telah melakukan kesepakatan dengan PPP untuk berkoalisi keumatan. Selain itu, ada dua partai lainnya yang juga telah ikut dalam koalisi tersebut.
"Ada dua parpol yang sudah ikut dalam koalisi keumatan selain PPP. Namun, akan kami umumkan saat mendaftar nanti. Selain itu, saat ini PAN juga sedang melakukan koordinasi," katanya.
Disingung mengenai nama Mardiono dari PPP yang akan mendampingi dirinya dalam pencalonan nanti. Jazuli menuturkan, bila PPP akan mengumumkan siapa wakil yang diusung mendampingi dirinya setelah Mukerwil tanggal 20 Juni mendatang. "Saya intinya akan menerima siapa saja termasuk bila nanti Pak Mardiono yang diusung. Semua nanti menunggu hasil keputusan partai tersebut jadi jangan didesak," katanya. (Ant/OL-2)
Media : http://www.mediaindonesia.com/
Edisi : Sabtu, 18 Juni 2011
Rubrik: Pemilu kada Banten
Jumat, 10 Juni 2011
DPR: Perlu Langkah Profesional dan Strategi Atasi Fakir Miskin

Jakarta - Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PKS Jazuli Juwaini mengatakan permasalahan fakir miskin di Indonesia membutuhkan pengelolaan yang profesional dan strategis.
Menurutnya, Ada beberapa hal yang selama ini menjadi kendala dalam pengelolaan penanganan fakir miskin. Kendala pertama, yakni regulasi yang masih tumpang tindih. Regulasi terkait fakir miskin ada di beberapa undang-undang dan peraturan. Sehingga dibutuhkan satu undang-undang sebagai payung undang-undang, seperti yang saat ini sedang dalam proses pembahasan di DPR RI yaitu RUU Penanganan Fakir Miskin.
Kedua, lanjut Jazuli, masalah kelembagaan pengelola dan yang menanganinya. Selama ini permasalahan fakir miskin dikelola oleh 19 kementerian dan lembaga. Hal ini sangat tidak efektif. Banyaknya kementerian dan lembaga yang menangani masalah kemiskinan menyebabkan pemerintah terkesan lamban dalam menyikapi permasalahan kemiskinan. Karena terkadang ada ego sektoral yang menghambat koordinasi antar lembaga.
Ia menyarankan Jika kelembagaan penanganan kemiskinan ingin efektif, seharusnya 19 lembaga yang ada saat ini dipangkas saja dan dirampingkan hanya menjadi satu kementerian yang benar-benar fokus dalam menangani kemiskinan. Sehingga anggaran yang ada juga tidak habis hanya untuk koordinasi antar lembaga.
"Dan jika hanya ada satu kementerian yang fokus menangani kemiskinan akan memudahkan dalam mengevaluasi kinerjanya dan jelas kepada siapa kita meminta pertanggungjawaban. Kementerian yang sesuai dengan tupoksi tersebut adalah Kementerian Sosial. Kemensos harus diberikan legitimasi untuk menangani permasalahan kemiskinan," tegas Jazuli, dalam siaran persnya yang diterima wartawan.
Menurutnya, kendala yang ketiga adalah kurangnya keberpihakan anggaran untuk mengelola permasalahan kemiskinan. Pada 2011 anggaran kemiskinan dalam APBN sebesar 69 Triliun dari total APBN 1.229,58 Triliun, jumlah itu hanya berkisar 5,6 persen dari APBN. Anggaran 69 Triliun itu juga tersebar di 19 kementerian dan lembaga. Kementerian sosial tahun ini hanya dianggarkan 4,1 Triliun, sekitar 0,33% APBN atau 6 persen dari 69 Triliun (anggaran kemiskinan yang tersebar).
"Dana sebesar itu tidak layak dibandingkan banyaknya program-program yang ada di Kemensos. Di negara-negara yang sukses dalam mengelola dan menangani persoalan sosial dan kemiskinan tidak ada yang anggaran kemiskinannya kurang dari 15% APBN. Kalau pemerintah Indonesia ingin serius menangani kemiskinan maka anggarannya juga harus sebanding," katanya.
Oleh karena itu, lanjutnya, dalam RUU Penanganan Fakir Miskin yang sedang dibahas Komisi VIII DPR RI, harus memuat solusi dari ketiga kendala pengelolaan dan penanganan fakir miskin tersebut, yaitu adanya regulasi yang tepat, kemudian legitimasi kepada satu kementerian sebagai leading sector penanganan fakir miskin. Dan selanjutnya yang tidak kalah penting adalah adanya keberpihakan anggaran untuk penanganan fakir miskin.
"Perlu penegasan persentase untuk penanganan fakir miskin, apakah 5 persen, 10 persen atau 15 persen, yang jelas harus ada besarannya. Dengan demikian diharapkan pengelolaan dan penanganan fakir miskin di Indonesia dapat lebih fokus, profesional dan strategis," ujarnya. (fjr/fjr)
Media : http://today.co.id
Edisi : Jum'at, 10 Juni 2011
Atasi Fakir Miskin Butuh Profesionalitas

Jakarta, Anggota Komisi VIII DPR RI (bidang Kesra) Jazuli Juwaini mengungkapkan, permasalahan fakir miskin di Indonesia membutuhkan pengelolaan yang profesional.
Menurut Jazuli di Jakarta, Kamis (9/6/2011), ada beberapa hal yang selama ini menjadi kendala dalam pengelolaan penanganan fakir miskin. Pertama, regulasi yang masih tumpang tindih dan regulasi terkait fakir miskin ada di beberapa undang-undang dan peraturan.
Karenanya, ujarnya, dibutuhkan satu undang-undang sebagai payung hukum, seperti yang saat ini sedang dalam proses pembahasan di DPR RI yaitu RUU Penanganan Fakir Miskin.
Kedua, lanjut Jazuli, masalah kelembagaan pengelola dan yang menanganinya. Selama ini permasalahan fakir miskin dikelola oleh 19 kementerian dan lembaga sehingga hal ini menjadi sangat tidak efektif.
Banyaknya kementerian dan lembaga yang menangani masalah kemiskinan menyebabkan pemerintah terkesan lamban dalam menyikapi permasalahan kemiskinan karena terkadang ada ego sektoral yang menghambat koordinasi antar lembaga, katanya.
"Jika kelembagaan penanganan kemiskinan ingin efektif, seharusnya 19 lembaga yang ada saat ini dipangkas saja dan dirampingkan hanya menjadi satu kementerian yang benar-benar fokus dalam menangani kemiskinan. Sehingga anggaran yang ada juga tidak habis hanya untuk koordinasi antar lembaga," ujar politisi PKS itu.
Selain itu, lanjutnya, jika hanya ada satu kementerian yang fokus menangani kemiskinan akan memudahkan dalam mengevaluasi kinerjanya dan jelas kepada siapa kita meminta pertanggungjawaban.
"Kementerian yang sesuai dengan tupoksi tersebut adalah Kementerian Sosial. Kemensos harus diberikan legitimasi untuk menangani permasalahan kemiskinan," ujarnya.
Kendala yang ketiga, menurut Jazuli, adalah kurangnya keberpihakan anggaran untuk mengelola permasalahan kemiskinan. Pada tahun 2011 anggaran kemiskinan dalam APBN sebesar 69 Trilyun dari total APBN 1.229,58 Trilyun, jumlah itu hanya berkisar 5,6 persen dari APBN. Anggaran 69 Trilyun itu juga tersebar di 19 kementerian dan lembaga.
Sementara Kementerian sosial tahun ini hanya dianggarkan Rp4,1 Trilyun, sekitar 0,33 persen APBN atau 6 persen dari Rp69 Trilyun anggaran kemiskinan yang tersebar. "Dana sebesar itu tidak layak dibandingkan banyaknya program-program yang ada di Kemensos. Di negara-negara yang sukses dalam mengelola dan menangani persoalan sosial dan kemiskinan tidak ada yang anggaran kemiskinannya kurang dari 15 persen APBN," ujarnya.
Menurut dia, kalau pemerintah Indonesia ingin serius menangani kemiskinan maka anggarannya juga harus sebanding.
"Oleh karena itu, dalam RUU Penanganan Fakir Miskin yang sedang dibahas Komisi VIII DPR RI, harus memuat solusi dari ketiga kendala pengelolaan dan penanganan fakir miskin tersebut, yaitu adanya regulasi yang tepat, kemudian legitimasi kepada satu kementerian sebagai `leading sector` penanganan fakir miskin," katanya.
Selanjutnya yang tidak kalah penting, menurut dia, adalah adanya keberpihakan anggaran untuk penanganan fakir miskin. Perlu penegasan persentase untuk penanganan fakir miskin, apakah 5 persen, 10 persen atau 15 persen.
"Yang jelas harus ada besarannya. Dengan demikian diharapkan pengelolaan dan penanganan fakir miskin di Indonesia dapat lebih fokus, profesional dan strategis," ujarnya.(ANT/YTA)
Media : http://buletininfo.com
Edisi : Kamis, 09 Juni 2011
wallpaper, utorrent
lord krishna wallpapers, utorrent
wallpapers free, utorrent
barbie wallpapers, utorrent
nature wallpapers, utorrent
desktop wallpapers, utorrent
black wallpapers, utorrent
hot wallpapers, utorrent
screensaver, utorrent
naruto shippuden wallpaper, utorrent
car wallpapers, utorrent
black wallpapers, utorrent
funny wallpapers, utorrent
wallpapers, utorrent
wallpaper christmas, utorrent
heart wallpapers, utorrent
wide wallpapers, utorrent
wallpaper of nature, utorrent
kim kardashian wallpapers, utorrent
celebrity wallpapers, utorrent
free wallpapers, utorrent
wallpapers of babies, utorrent
winter wallpapers, utorrent
audio books, utorrent
teddy bear wallpapers, utorrent
wallpaper christmas, utorrent
wallpapers free, utorrent
cool wallpapers, utorrent
wallpaper download, utorrent
michael jackson wallpaper, utorrent
car wallpapers, utorrent
wallpaper desktop, utorrent
inception wallpaper, utorrent
lord shiva wallpapers, utorrent
new year wallpaper, utorrent
avatar wallpaper, utorrent
naruto shippuden wallpaper, utorrent
lamborghini wallpaper, utorrent
katy perry wallpaper, utorrent
animated wallpapers, utorrent
website developers, utorrent
bleach wallpaper, utorrent
wallpaper magazine, utorrent
car wallpapers, utorrent
skull wallpaper, utorrent
wallpapers free, utorrent
desktop wallpaper, utorrent
winter wallpapers, utorrent
final fantasy wallpaper, utorrent
free ebooks download, utorrent
cute baby wallpapers, utorrent
download wallpapers, utorrent
web developer, utorrent
audio books, utorrent
wallpaper desktop, utorrent
cristiano ronaldo wallpaper, utorrent
ebooks, utorrent
eminem wallpaper, utorrent
justin bieber wallpaper, utorrent
hannah montana wallpapers, utorrent
hot wallpapers, utorrent
desktop wallpapers, utorrent
wallpaper, utorrent
bollywood wallpapers, utorrent
radha krishna wallpapers, utorrent
wallpapers free, utorrent
screensavers, utorrent
inception wallpaper, utorrent
cristiano ronaldo wallpapers, utorrent
audio books, utorrent
flower wallpaper, utorrent
wallpaper magazine, utorrent
skull wallpaper, utorrent
wide wallpapers, utorrent
black wallpapers, utorrent
miley cyrus wallpapers, utorrent
amazing wallpaper, utorrent
desktop wallpaper, utorrent
screensavers, utorrent
cute babies wallpapers, utorrent
final fantasy wallpaper, utorrent
screensaver, utorrent
wallpaper christmas, utorrent
ronaldo wallpapers, utorrent
justin bieber wallpaper, utorrent
funny wallpapers, utorrent.oc
fall wallpaper, utorrent
wallpaper christmas, utorrent
wallpaper apple, utorrent
heart wallpapers, utorrent Selengkapnya...
Rabu, 25 Mei 2011
Naikkan Anggaran Fakir Miskin Jadi 15 Persen!
RMOL. Pemerintah didesak untuk mengalokasikan 15 persen Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) untuk penanganan fakir miskin. Hal ini mengingat anggaran kemiskinan masih tergolong sangat kecil untuk disebar dalam berbagai bentuk bantuan sosial di banyak kementerian/lembaga sehingga tidak terarah pada sasaran.
Desakan ini disampaikan anggota Komisi VIII DPR RI, Jazuli Juwaini, di kantornya, Jakarta, Senin (23/5).
Tokoh Ulama Banten ini mencontohkan, pada tahun 2011 anggaran tersebut dalam APBN sebesar Rp 69 triliun dari total APBN sebesar Rp 1.229,58 triliun. Jumlah itu hanya berkisar 5,6 persen dari APBN dan sangat tidak signifikan dengan permasalahan fakir miskin yang membutuhkan penanganan yang terencana dan tepat sasaran.
"Jangan sampai kemiskinan terus dipelihara di negeri ini dan senantiasa dijadikan komoditas politik. Penanganan fakir miskin butuh solusi strategis dan terencana," jelas Jazuli.
Paling utama, menurutnya, diperlukan UU dan anggaran yang jelas sehingga kebijakan penanganan fakir miskin tidak menjadi komoditas politik seperti yang sering terjadi. Komitmen ini harus berlaku menyeluruh dari tingkat pusat hingga daerah.
"Kasihan saudara-saudara kita yang miskin, mereka membutuhkan uluran tangan kita melalui kebijakan yang benar-benar jujur, jelas, dan berpihak pada mereka," tukasnya. [wid]
Media : www.rakyatmerdekaonline.com/
Edisi : Senin, 23 Mei 2011
eminem wallpaper, daemon tools
black wallpapers, daemon tools
naruto shippuden wallpaper, daemon tools
funny wallpapers, daemon tools
lord shiva wallpapers, daemon tools
best wallpapers, daemon tools
3d wallpaper, daemon tools
car wallpapers, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
free wallpaper, daemon tools
eminem wallpaper, daemon tools
cute baby wallpapers, daemon tools
radha krishna wallpapers, daemon tools
desktop wallpaper, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
cute baby wallpapers, daemon tools
ben 10 wallpapers, daemon tools
allah wallpapers, daemon tools
bleach wallpaper, daemon tools
ronaldo wallpapers, daemon tools
michael jackson wallpaper, daemon tools
skull wallpaper, daemon tools
bleach wallpaper, daemon tools
funny wallpapers, daemon tools
wallpaper of nature, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
wallpaper magazine, daemon tools
free wallpapers, daemon tools
katy perry wallpaper, daemon tools
cartoon wallpapers, daemon tools
hannah montana wallpapers, daemon tools
flower wallpaper, daemon tools
wow wallpaper, daemon tools
krishna wallpaper, daemon tools
cute wallpapers, daemon tools
beautiful wallpapers, daemon tools
inception wallpaper, daemon tools
wallpapers free download, daemon tools
new wallpapers, daemon tools
lord shiva wallpapers, daemon tools
wallpaper abstract, daemon tools
cristiano ronaldo wallpaper, daemon tools
katy perry wallpaper, daemon tools
flower wallpaper, daemon tools
diwali wallpapers, daemon tools
wallpapers, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
santa banta wallpapers, daemon tools
hot wallpapers, daemon tools
wallpapers of love, daemon tools
cute wallpapers, daemon tools
ben 10 wallpapers, daemon tools
best wallpapers, daemon tools
lord shiva wallpapers, daemon tools
beautiful nature wallpaper, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
wide wallpapers, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
sai baba wallpaper, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
diwali wallpapers, daemon tools
wallpaper christmas, daemon tools
best wallpapers, daemon tools
wallpaper desktop, daemon tools
ronaldo wallpapers, daemon tools
beautiful girls wallpapers, daemon tools
car wallpapers, daemon tools
wallpaper, daemon tools
lamborghini wallpaper, daemon tools
funny wallpapers, daemon tools
avatar wallpaper, daemon tools
celebrity wallpapers, daemon tools
desktop wallpaper free, daemon tools
3d wallpaper, daemon tools
miley cyrus wallpapers, daemon tools
cristiano ronaldo wallpaper, daemon tools
amazing wallpaper, daemon tools
love wallpapers, daemon tools
santa banta wallpapers, daemon tools
wallpaper desktop, daemon tools
black wallpapers, daemon tools
lord shiva wallpapers, daemon tools
wallpapers free, daemon tools
free wallpaper, daemon tools
nice wallpapers, daemon tools
wallpaper girls, daemon tools
wallpapers free, daemon tools
bollywood wallpapers, daemon tools
diwali wallpapers, daemon tools
free wallpaper, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
cool wallpapers, daemon tools
heart wallpapers, daemon tools
hot wallpapers, daemon tools
cristiano ronaldo wallpapers, daemon tools
cool wallpapers, daemon tools
radha krishna wallpapers, daemon tools
wallpapers free, daemon tools
avatar wallpaper, daemon tools
car wallpapers, daemon tools
bleach wallpaper, daemon tools
wallpapers of babies, daemon tools
krishna wallpaper, daemon tools
cristiano ronaldo wallpapers, daemon tools
cute wallpapers, daemon tools
eclipse wallpaper, daemon tools
hot wallpapers, daemon tools
hot wallpapers, daemon tools
scarlett johansson wallpaper, daemon tools
kim kardashian wallpapers, daemon tools
game wallpapers, daemon tools
girls wallpaper, daemon tools
best wallpapers, daemon tools
wallpapers of love, daemon tools
nexus wallpaper, daemon tools
car wallpapers, daemon tools
motivational wallpapers, daemon tools
heart wallpapers, daemon tools
cute baby wallpapers, daemon tools
eclipse wallpaper, daemon tools
love wallpapers, daemon tools
wow wallpaper, daemon tools
wide wallpapers, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
free wallpapers, daemon tools
1080p wallpapers, daemon tools
hannah montana wallpapers, daemon tools
iron man wallpaper, daemon tools
wallpapers of love, daemon tools
download wallpapers, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
ronaldo wallpapers, daemon tools
selena gomez wallpapers, daemon tools
scarlett johansson wallpaper, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
wallpaper 2010, daemon tools
celebrity wallpapers, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
starcraft 2 wallpaper, daemon tools
free wallpaper, daemon tools
desktop wallpaper, daemon tools
allah wallpapers, daemon tools
car wallpapers, daemon tools
sai baba wallpaper, daemon tools
wallpaper girls, daemon tools
iron man wallpaper, daemon tools
ronaldo wallpapers, daemon tools
wallpapers free, daemon tools
beautiful nature wallpaper, daemon tools
screensaver, daemon tools
cute wallpapers, daemon tools
free wallpapers, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
ben 10 wallpapers, daemon tools
funny wallpapers, daemon tools
santa banta wallpapers, daemon tools
beautiful wallpapers, daemon tools
wow wallpapers, daemon tools
wallpapers of love, daemon tools
babies wallpapers, daemon tools
wallpapers free download, daemon tools
santa banta wallpapers, daemon tools
friendship wallpapers, daemon tools
funny wallpapers, daemon tools
black wallpapers, daemon tools
fall wallpaper, daemon tools
wallpapers, daemon tools
free wallpaper, daemon tools
beautiful girls wallpapers, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
cool wallpapers, daemon tools
starcraft 2 wallpaper, daemon tools
1080p wallpapers, daemon tools
flower wallpaper, daemon tools
lord shiva wallpapers, daemon tools
avatar wallpaper, daemon tools
kim kardashian wallpapers, daemon tools
wallpaper girls, daemon tools
motivational wallpapers, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
wide wallpapers, daemon tools
flower wallpaper, daemon tools
eminem wallpaper, daemon tools
teddy bear wallpapers, daemon tools
desktop wallpapers, daemon tools
wallpaper abstract, daemon tools
beautiful wallpapers, daemon tools
wallpaper 2010, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
final fantasy wallpaper, daemon tools
wallpaper desktop, daemon tools
wallpaper girls, daemon tools
wallpapers girls, daemon tools
yahoo detector, daemon tools
best wallpapers, daemon tools
free wallpaper, daemon tools
best wallpapers, daemon tools
wallpaper of nature, daemon tools Selengkapnya...